KUTAI KARTANEGARA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan pelaksanaan program Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK) 2025. Program ini mencakup 21 inisiatif strategis dengan target 15.437 penerima manfaat, serta dialokasikan anggaran sebesar Rp105.942.199.980.
Plt Kepala Bappeda Kukar Syarifah Vanesa Vilna menyampaikan, RBPK 2025 dirancang sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan yang lebih sistematis dan terintegrasi.
“Kami berupaya memperkuat kelembagaan dengan melakukan pembaruan terhadap Surat Keputusan (SK) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), serta memastikan proses verifikasi dan validasi data penerima manfaat dilakukan secara lebih akurat,” kata Vanesa Vilna, Senin (24/2/2025).
Lebih lanjut, Vanesa menegaskan bahwa tahun 2025 akan difokuskan pada penguatan sistem digitalisasi RBPK. Termasuk melalui penambahan fitur pengaduan masyarakat dan peningkatan mekanisme evaluasi berbasis outcome dan impact.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan efektif dan benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Oleh karena itu, sistem evaluasi akan lebih diperkuat agar hasil yang dicapai bisa terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain dari aspek kelembagaan dan teknologi, Bappeda Kukar juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dengan sektor swasta.
“Harapannya OPD lebih aktif menjalin kemitraan dengan dunia usaha untuk mendukung keberhasilan program ini,” ungkapnya.
“Tentunya kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam penanggulangan kemiskinan,” imbuh Vanesa.
Dengan perencanaan yang matang dan pendekatan berbasis data, Bappeda Kukar optimistis bahwa RBPK 2025 dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (adv/fjr)
slot 4d rtp slot