SAMARINDA – Lapas Narkotika Samarinda terus memberikan pembinaan positif kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan berbagai kegiatan. Salah satunya melalui program di Seksi Giatja dengan LPK G-Lasusda.
Kepala Lapas Narkotika Samarinda Theo Adrianus mengatakan, salah satu produk yang dihasilkan dari pelatihan adalah madu kelulut, yang memiliki rasa manis dan asam yang khas serta manfaat kesehatan yang luar biasa.
“Madu ini bukan cuma menjadi produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga simbol dari kerja keras dan keterampilan yang diperoleh oleh WBP selama proses pembinaan,” ucap Theo, Rabu (22/1/2025).
Pembinaan serupa, kata dia, kerap diberikan oleh Lapas Narkotika Samarinda kepada WBP. Supaya mereka memiliki keterampilan selama menjalani masa pidana, dan mendapatkan bekal ketika telah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
“Pelatihan yang diberikan melalui LPK G-Lasusda ini diharapkan menjadi bekal yang sangat berarti bagi WBP,” ujarnya.
Diketahui, Lapas Narkotika Samarinda banyak memberikan pelatihan kepada WBP melalui LPK G-Lasusda sesuai bidang yang diminati oleh masing-masing WBP. Seperti pangkas rambut, keterampilan membuat cenderamata, budidaya ikan, dan budidaya madu kelulut.
“Selain keterampilan teknis, mereka juga mendapatkan harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah. Madu kelulut ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana program pembinaan di Lapas Narkotika Samarinda memberikan dampak positif, tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga dalam membuka peluang bagi mereka untuk berkontribusi pada masyarakat setelah bebas,” tutup Theo. (nta)
slot 4d situs toto situs toto toto slot situs slot gacor slot resmi slot gacor











