KUKAR IDAMAN SEP 26

Kemarau dan Intrusi Air Laut Mengintai, DPRD Samarinda Minta Warga Bijak Gunakan Air

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah. (Istimewa)

SAMARINDA – Ancaman intrusi air laut yang berpotensi memengaruhi sumber air baku menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda di tengah musim kemarau. Masyarakat diminta lebih bijak menggunakan air PDAM dan menyiapkan cadangan air secukupnya untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan.

Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengurangi penggunaan air secara berlebihan serta menyimpan air seperlunya.

“Pertama jangan menggunakan air PDAM yang berlebihan. Kemudian menyetok seperlunya saja,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, dampak musim kemarau tidak hanya perlu diwaspadai dari sisi ketersediaan air baku, tetapi juga kondisi sumber air di sejumlah wilayah Samarinda.

Baca Juga  Tekankan Pentingnya Pidana Kerja Sosial, Wali Kota Samarinda Dukung Implementasi KUHP Baru

Kawasan pegunungan menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian. Sejumlah sumur bor dan sumber mata air di kawasan tersebut mulai terdampak kemarau hingga mengalami kekeringan.

“Yang agak rawan itu di daerah-daerah pegunungan. Karena banyak sumur bor itu sumber-sumber mata air kering. Jadi, imbauan kita ini saling menjaga,” katanya.

Selain mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air, Helmi juga meminta Perumdam Tirta Kencana Samarinda memastikan kualitas air yang diproduksi tetap terjaga dan layak digunakan masyarakat.

Pemantauan terhadap kondisi air baku dinilai penting, terutama menyusul potensi peningkatan kadar klorida akibat intrusi air laut.

Helmi juga menyoroti informasi mengenai sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang mengalami peningkatan kadar klorida hingga lebih dari 200–250 ppm. Menurutnya, informasi mengenai kondisi tersebut perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi.

Baca Juga  Perkuat Pertahanan Kaltim, Yonarmed 22/Kesumawira Diresmikan di Kukar 

“Saya kira kemarin saya sempat baca di media itu ada disampaikan. Bahwa dengan tadi yang di atas 200–250 maka mereka bisa menyetok karena untuk kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Helmi menegaskan, menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta menggunakan air secara efisien, sementara kondisi sumber air baku dan kualitas air perlu terus dipantau oleh pihak terkait.

Baca Juga  Tim Taekwondo Dulang Emas Pertama untuk Indonesia di SEA Games 2025 Thailand

Langkah antisipasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau dan potensi meningkatnya intrusi air laut di Samarinda. (adv/zu)