Bupati Sebut APBD Perubahan PPU Tahun Anggaran 2023 Zero Defisit

Bupati Sebut APBD Perubahan PPU Tahun Anggaran 2023 Zero Defisit
Hamdam.

PENAJAM PASER UTARA– Bupati Hamdam menyebut APBD Perubahan Penajam Paser Utara (PPU) tahun anggaran 2023 zero defisit. Hal ini disampaikannya dalam Sidang Paripurna DPRD PPU dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2024 sekaligus penandatanganan nota kesepakatan bersama Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2023 Kabupaten PPU, Sabtu, (12/8/2023) siang.

KUA-PPAS Tahun 2024 dan Perubahan KUA-PPAS Tahun 2023 jelas dia merupakan gambaran kemampuan keuangan daerah yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan R-APBD Tahun 2024 dan R-APBD Perubahan Tahun 2023 dan hasil pelaksanaannya menjadi ukuran pencapaian kinerja Pemerintahan Daerah.

“Kita mencatat bahwa ketergantungan Pemerintah Daerah terhadap sumber pendanaan fiskal dari Pemerintah Pusat masih cukup besar dari dana perimbangan sebagai sumber pendapatan utama daerah,” terangnya.

Baca Juga  Wakili Kaltim, Bontang Melaju ke Seleksi Posyantekdes Berprestasi Tingkat Nasional

Karena itu Pemerintah Daerah menekankan agar belanja daerah harus diarahkan memicu pertumbuhan sektor ekonomi dan investasi daerah. Dalam meningkatkan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan daya tarik iklim investasi dan dunia usaha serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten PPU dalam menyongsong perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) Tahun 2024.

Berdasarkan rancangan Perubahan KUA dan rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2023 yang telah disusun Pemerintah Daerah, maka secara umum dapat digambarkan bahwa target Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 2.151.101.515.043 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 97.109.783.747 terdapat kenaikan dari APBD murni sebesar Rp.6.178.822.620 atau 6,36%, pendapatan pransfer sebesar Rp. 2.049.710.359.696 terdapat kenaikan dari APBD murni sebesar Rp. 194.755.936.766 atau 9,50 % dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp.4.281.371.600 atau kenaikan dari APBD murni sebesar Rp.3.265.871.600 atau 76,28%.

Baca Juga  Pemerintah Kecamatan Tenggarong Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Sementara belanja secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp.2.283.603.159.446 terdiri dari belanja operasi sebesar Rp.1.317.127.435.436 terdapat kenaikan sebesar 10,65% dari APBD murni sebesar Rp.1.176.819.292.540.

Untuk pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp.132.501.644.403 yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp.187.632.320.043, Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp. 55.130.675.640.

“Dengan memperhatikan target pendapatan dengan rencana belanja sebagaimana tersebut diatas, terdapat selisih kurang atau (defisit) sebesar Rp. 132.501.644.403, dimana defisit tersebut ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp.132.501.644.403 sehingga APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023 menjadi balance atau zero defisit,” urainya.

Selanjutnya berdasarkan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2024, target Pendapatan pada APBD Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp.1.936.513.168.518 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah.

Baca Juga  Di Bawah Naungan Disdikbud Kukar, SKB Muara Jawa Lahirkan Wirausahawan Terampil

“Belanja secara keseluruhan direncanakan sebesar Rp1.932.173.022.878 yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer,” pungkasnya. (xl)