KUTAI KARTANEGARA — Kebakaran semak belukar seluas sekitar 10 hektare terjadi di sekitar Jalan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) Kilometer (KM) 54, KM 56, dan KM 57, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (16/8/2026).
Kebakaran tersebut memicu penanganan gabungan untuk mencegah api meluas sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap keselamatan pengguna jalan tol.
Kepulan asap pertama kali terlihat warga sekitar pukul 15.30 WITA. Informasi itu kemudian diteruskan kepada petugas pengelola jalan tol dan pemadam kebakaran.
Sekitar pukul 16.00 WITA, personel Polsek Muara Jawa dan Polsek Samboja bersama petugas pemadam kebakaran serta unsur terkait tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman.
Berdasarkan pengecekan petugas, kebakaran terjadi di kawasan semak belukar yang sebagian berada di sekitar Taman Hutan Raya (Tahura). Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Penanganan melibatkan personel Polsek Samboja, Polsek Muara Jawa, Damkar Samboja, petugas Jasa Marga, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta Satuan Tugas (Satgas) Tahura.
Sejumlah kendaraan patroli dan mobil tangki pemadam dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman. Petugas juga melakukan patroli dan pemantauan secara bersamaan guna mencegah api merambat ke kawasan lain maupun kembali muncul setelah dipadamkan.
Hingga pukul 18.30 WITA, proses pemadaman masih berlangsung. Setelah dilakukan penanganan intensif selama beberapa jam, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WITA. Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan terkendali, sebagaimana diberitakan Polres Kutai Kartanegara, Minggu (16/8/2026).
Kapolsek Samboja Mohamad mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna Jalan Tol Balsam.
“Penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan pengguna jalan,” kata Mohamad.
Aparat masih menyelidiki penyebab kebakaran. Hingga proses penanganan selesai, penyebab munculnya api belum dapat dipastikan.
Dugaan awal masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui sumber api dan faktor yang memicu kebakaran.
Kapolsek Samboja juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap.
Pelaporan sejak dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas.
Kebakaran di sekitar Tol Balsam menjadi perhatian karena selain mengancam kawasan vegetasi, keberadaan api dan asap yang berada dekat jalur kendaraan berpotensi mengganggu jarak pandang serta keselamatan pengguna jalan.
Patroli dan pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api di kawasan tersebut. (zu)












