KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang tengah menyiapkan rencana pemekaran wilayah. Guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Camat Tenggarong Seberang Tego Yuwono menyampaikan, pemekaran ini diperlukan karena jarak tempuh ke kantor camat cukup jauh. Sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi.
“Layanan yang kami berikan di kantor camat memang gratis, tetapi masyarakat tetap harus mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar untuk mencapai kantor kecamatan. Hal ini tentu kurang efektif bagi warga di desa-desa yang letaknya jauh,” ujar Tego, Rabu (26/2/2025).
Beberapa desa yang diusulkan untuk masuk kecamatan baru antara lain Loa Lepuh, Teluk Dalam, Perjiwa, Separi, Loa Ulung, dan Lok Raya, yang seluruhnya berada di wilayah bawah sungai. Dengan pemekaran ini, wilayah Tenggarong Seberang akan terbagi menjadi dua kecamatan, masing-masing terdiri 10 desa di bagian atas dan 10 desa di bagian bawah.
Tego mengungkapkan proses pemekaran desa juga terus berjalan. Salah satu yang sudah terealisasi adalah pemekaran Desa Bangun Rejo menjadi Desa Sumber Rejo. Desa baru ini telah diresmikan oleh Bupati dan penjabat kepala desa telah ditunjuk untuk menjalankan pemerintahan sementara hingga pemilihan kepala desa definitif.
“Kami juga tengah memproses administrasi kependudukan, seperti pergantian alamat pada KTP warga dari Bangun Rejo menjadi Sumber Rejo. Dengan tetap mempertahankan NIK yang sama,” jelasnya.
Selain itu Tego juga berharap proses ini dapat segera rampung. Sehingga desa yang telah dipersiapkan bisa mendapatkan status resmi dan pemekaran kecamatan dapat segera terwujud.
“Kami menargetkan proses ini berjalan lancar. Jika izin dari Pemerintah Provinsi cepat keluar, kami pun akan segera menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Makin cepat, makin baik, agar pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dijangkau,” pungkasnya. (adv/fjr)
rtp slot