Presiden Prabowo Resmikan Kilang Minyak RDMP Pertamina Balikpapan

Foto : Peresmian megaproyek RDMP Pertamina Balikpapan dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.

BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan megaproyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Proyek strategis nasional ini tercatat sebagai kilang minyak terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

Peresmian dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol oleh Presiden Prabowo, didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Presiden menyampaikan rasa bangga atas beroperasinya kilang tersebut. Menurutnya, keberhasilan proyek RDMP Balikpapan merupakan capaian penting yang menunjukkan kemampuan bangsa dalam membangun infrastruktur energi berskala besar.

Baca Juga  Paparkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021, Wabup Kukar: Tahun Ini WTP Kesembilan

“Saya menyambut dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan atas apa yang kita hasilkan hari ini. Ini adalah prestasi penting bagi negara dan bangsa. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga proyek ini dapat terealisasi,” tegasnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Kilang ini juga telah memenuhi standar bahan bakar setara Euro 5 dan diarahkan mendukung target Net Zero Emission.

“Ini RDMP terbesar di Indonesia. Dengan tambahan kapasitas sekitar 100 ribu barel per hari, proyek ini mampu menghemat devisa negara lebih dari Rp60 triliun. Produksi bensin bisa mencapai 5,8 juta kiloliter per tahun,” jelas Bahlil.

Baca Juga  Sambut IKN, Pemkot Samarinda Bakal Bangun Dua Pelabuhan Tanpa Pakai APBD

Megaproyek RDMP Balikpapan mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penguatan keandalan rantai pasok energi secara terintegrasi. Proyek ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun untuk memodernisasi kilang eksisting.

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, RDMP Balikpapan juga menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi industri petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Kilang Balikpapan dilengkapi fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex yang memungkinkan pengolahan residu minyak menjadi produk bernilai tinggi, termasuk BBM berstandar Euro 5, LPG, serta produk petrokimia seperti propylene dan sulfur. Kehadiran fasilitas ini menjadikan Kilang Balikpapan sebagai salah satu pilar utama industri energi nasional. (Zu)