BMKG Prediksi El Nino Berpotensi Perpanjang Musim Kemarau di Kaltim

Kantor BMKG Balikpapan. (istimewa)

BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Kalimantan Timur berpotensi berlangsung lebih panjang apabila fenomena El Nino semakin menguat dalam beberapa bulan ke depan.

Prediksi tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sepinggan Balikpapan, sebaran hotspot paling banyak ditemukan di Kutai Timur, disusul Paser, Kutai Kartanegara, Berau, dan Kutai Barat.

Baca Juga  Dewan Minta Pemkot Samarinda Jangan Tebang Pilih Dalam Penerapan Perwali Algaka

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan peningkatan titik panas dipengaruhi oleh berkurangnya curah hujan selama musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino.

“Pada titik berwarna merah menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi bahwa memang terjadi hotspot di lokasi tersebut,” kata Huda, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, dampak El Nino pada Juli hingga Agustus belum terlalu signifikan. Namun, pengaruhnya terhadap penurunan curah hujan diperkirakan akan semakin terasa pada September hingga November.

Baca Juga  Prabowo Turun Langsung Pastikan Penanganan Karhutla di Kalbar dan Kalteng

“Kalau intensitas El Nino meningkat, durasi musim kemarau juga berpotensi menjadi lebih panjang,” ujarnya.

BMKG juga mencatat jumlah hotspot masih bersifat fluktuatif dari hari ke hari. Karena itu, masyarakat diimbau tetap mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memasuki puncak musim kemarau. (zu)

kampungbet