Kecewa Soal Dana Desa, Kantor Bupati Puncak Papua Dibakar Massa

Suasana kantor Bupati Puncak yang dibakar pada Selasa (18/8) malam. (Istimewa)

PUNCAK – Aksi pembakaran sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah dilakukan oleh massa pada Selasa, (18/8). Hal ini diduga karena massa merasa tidak puas terkait pembagian dana desa.

Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes menyebutkan kantor yang dibakar adalah Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, dan Kantor Keuangan.

“Kami masih dalami penyebab pastinya apa. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler,” kata Domingos dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Baca Juga  Terjaga Surplus, Pemerintah Klaim Kinerja APBN Tetap Solid dan On Track

Kejadian tersebut berawal dari kantor PMK Puncak didatangi massa sekitar pukul 17.40 WIT, Bupati Puncak Elvis Tabuni juga sempat melakukan dialog dengan massa. Situasi memanas satu jam karena massa merasa tidak puas, kemudian hingga akhirnya pembakaran kantor PMK terjadi.

“Massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.

Api membara melahap sejumlah fasilitas pemerintah, termasuk satu unit mobil milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati.

Baca Juga  Ini Nama 44 Anggota DPRD Kukar Terpilih Periode 2024-2029 yang Baru Dilantik

Kepolisian langsung menyiagakan personel untuk mencegah aksi pembakaran ini berkembang lebih luas. Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek disiagakan di perempatan alun-alun, tepatnya di depan Polsek Ilaga. Sementara personel Satgas Tindak ODC disiagakan di Kotis.

“Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Domingos.

Selain menempatkan personel di lokasi strategis, ada pula polisi yang melakukan pendekatan persuasif dengan menemui tokoh masyarakat.

“Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif,” tutupnya. (zu)