SAMARINDA – Konsul-Jenderal Australia di Makassar Todd Dias mengakhiri masa tugasnya setelah tiga tahun menjalankan misi diplomatik untuk memperkuat hubungan Australia dengan Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Sebelum kembali ke Australia, Todd Dias menyempatkan diri mengunjungi sejumlah mitra strategis di Kalimantan Timur. Salah satunya adalah melakukan kunjungan resmi kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin selama masa tugas Todd Dias. Sejumlah peluang kolaborasi juga diharapkan dapat terus dikembangkan, mulai dari program beasiswa, pengiriman aparatur sipil negara (ASN) untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi Australia, hingga peluang investasi.
Selama menjabat sebagai Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias aktif memperkuat hubungan Australia dengan 12 provinsi yang berada dalam wilayah yurisdiksinya. Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian melalui berbagai program kerja sama di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan pembangunan masyarakat.
Di Kalimantan Timur, kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sinema Australia Indonesia di Samarinda dan Balikpapan serta tiga proyek melalui Direct Aid Program (DAP).
Salah satu proyek DAP dilaksanakan di Desa Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, dengan menyediakan akses air bersih dan listrik tenaga surya. Program tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi keterbatasan air, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian dengan energi yang lebih ramah lingkungan.
Program lainnya menyasar industri tempe rumahan di Desa Tenggarong Seberang. Melalui proyek tersebut, teknologi pengolahan limbah berkelanjutan diterapkan dengan mengintegrasikan budidaya sorgum dan peternakan kambing.
Limbah hasil pertanian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan kotoran ternak diolah kembali menjadi pupuk organik. Skema tersebut diharapkan dapat menciptakan pola produksi yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, proyek DAP ketiga dilaksanakan di Balikpapan Utara dengan menggandeng Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Program ini membangun pompa air bertenaga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan air dan energi bagi para petani setempat.
Selama masa tugasnya, Todd Dias tercatat telah mengunjungi Kalimantan Timur sebanyak empat kali. Ia dua kali berkunjung ke Universitas Mulawarman untuk memberikan kuliah umum sekaligus melihat Aussie Banget Corner yang berada di perpustakaan universitas tersebut.
Todd Dias juga mengunjungi SD Islam Fastabiqul Khairat yang memiliki kemitraan dengan salah satu sekolah di Australia Barat melalui program BRIDGE.
Berbagai kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Australia memperluas hubungan antarmasyarakat dan memperkuat kerja sama pendidikan antara Australia dan Indonesia.
Todd Dias mengaku berat meninggalkan Indonesia setelah tiga tahun menjalankan tugasnya. Namun, ia menyatakan bangga telah berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam mempererat hubungan kedua negara.
“Sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas saya, tetapi saya merasa bangga karena telah memberikan yang terbaik selama tiga tahun terakhir untuk mempererat hubungan kedua negara kita,” ujar Todd Dias.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas persahabatan dan dukungan yang diterimanya selama bertugas di Kalimantan Timur.
“Terima kasih atas persahabatan, dukungan, dan kehangatan luar biasa yang diberikan oleh seluruh masyarakat serta mitra kerja di Kalimantan Timur,” katanya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Todd Dias adalah ketika menghadiri upacara peringatan Hari ANZAC di Balikpapan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
“Salah satu momen yang akan selalu berkesan bagi saya adalah saat menghadiri upacara peringatan Hari ANZAC di Balikpapan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bersama pada masa Perang Dunia Kedua,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias akan kembali ke Australia. Ia selanjutnya mendapat penugasan baru di Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) yang berkedudukan di Canberra.
Posisi Konsul-Jenderal Australia di Makassar selanjutnya akan ditempati Sanchi Davis, yang juga memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.
Pergantian tersebut menandai berakhirnya masa tugas Todd Dias di Indonesia sekaligus menjadi babak baru bagi hubungan Australia dengan wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Kalimantan Timur. (zu)












