Tak Perlu ke Luar Daerah Lagi, RSUD I.A. Moeis Samarinda Bersiap Hadirkan Layanan Bayi Tabung

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari. (Istimewa)

SAMARINDA – Harapan bagi pasangan suami istri di Kalimantan Timur untuk mendapatkan buah hati kini makin dekat. DPRD Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota Samarinda tengah mematangkan langkah besar, menghadirkan layanan medis bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) langsung di RSUD I.A. Moeis.

Rencana strategis ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses kesehatan reproduksi modern yang lebih terjangkau dan mudah diakses tanpa harus pergi ke luar daerah atau ke luar pulau.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengungkapkan bahwa koordinasi teknis, kesiapan peralatan medis, hingga penganggaran mulai dibahas secara intensif.

Baca Juga  Kecam Penembakan di Kantor MUI, Menag: Saya Yakin Polri Profesional

“Kami merencanakan program bayi tabung ini agar warga Samarinda dan Kalimantan Timur secara umum tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar daerah. Semua kebutuhan teknis dan biayanya sedang kita kalkulasikan,” ujar Celni, Senin (31/8/2026).

Kehadiran fasilitas bayi tabung di RSUD I.A. Moeis diyakini membawa dampak positif yang nyata. Selain menekan biaya perjalanan dan akomodasi yang selama ini cukup menguras kantong, pasien juga bisa menjalani seluruh tahapan medis dengan lebih tenang, aman, dan nyaman di tanah sendiri.

“Ini jelas memangkas ongkos. Selain itu, kondisi kesehatan ibu dan calon bayi bisa lebih terjaga karena tidak perlu repot bolak-balik naik pesawat selama masa perawatan,” tambahnya.

Baca Juga  Menkeu: Perempuan Punya Peran Penting Pulihkan Perekonomian

Langkah ini ditargetkan dapat terealisasi pada perencanaan anggaran 2027 mendatang, sejalan dengan penguatan berbagai fasilitas pendukung di RSUD I.A. Moeis seperti Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Instalasi Gizi, hingga Laboratorium Kateterisasi Jantung.

Tak hanya fokus pada modernisasi alat dan infrastruktur fisik, DPRD Samarinda juga mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan standar pelayanan medis secara menyeluruh.

“Fasilitas gedung dan alat medis terus kita lengkapi. Harapannya, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga naik kelas. Jadi, masyarakat punya pilihan layanan medis terbaik cukup di Samarinda saja,” pungkas Celni. (zu)