Kuota Pertalite Anjlok, Pemkot Balikpapan Terus Minta Tambahan ke Pusat

Antrean BBM Pertalite di SPBU Sepinggan, Balikpapan. (Zulkar/Komparasi)

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menyuarakan krisis BBM bersubsidi ke pemerintah pusat. Di tengah melonjaknya aktivitas warga, jatah Pertalite yang diterima daerah ini justru terus menyusut jauh dari angka ideal.

Data Bagian Perekonomian Setda Kota Balikpapan mencatat jurang yang makin lebar antara usulan dan realisasi kuota:

2024: Usulan 153 ribu kiloliter (KL), terealisasi 136 ribu KL.

2025: Usulan dinaikkan jadi 160 ribu KL, tealisasi anjlok ke 68 ribu KL.

Baca Juga  Sukseskan Pemilu 2024, Media di Kaltim Diminta Beritakan Sesuai Fakta

2026: Usulan naik ke 177 ribu KL, terealisasi baru menyentuh sekitar 51 ribu KL.

Asisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa usulan resmi dari Wali Kota merupakan potret riil kebutuhan warga di lapangan.

“Kita tetap mengusulkan. Ini perjuangan bersama semua elemen untuk meyakinkan pusat bahwa kebutuhan kita, minimal sesuai usulan bisa dipenuhi,” tegas Zulkifli.

Baca Juga  Desa Cipari Makmur dan Panca Jaya Kerja Sama Kembangkan Objek Wisata

Meski memaklumi keterbatasan APBN dan pemerataan subsidi nasional, Pemkot Balikpapan enggan tinggal diam. Selain terus menagih jatah ke pusat, Pemkot membenahi pola distribusi di tingkat bawah. Pengaturan antrean SPBU, pembagian jam pelayanan, hingga penataan alur kendaraan kini diperketat agar pasokan yang terbatas tidak memicu kekacauan di jalan raya. (zu)