Samarinda Raih IGA Award 2021, Wali Kota Pasang Target Ini

Samarinda Raih Kota Inovatif IGA Award 2021, Wali Kota Pasang Target Ini
Kepala Bappedalitbang Samarinda Ananta Faturrazi menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Inovatif IGA Award 2021 dari Mendagri RI kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun (kanan). (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun memasang target naik kelas menjadi Kota Terinovatif. Target ini setelah Samarinda meraih penghargaan sebagai Kota Inovatif dalam ajang Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan skor sangat baik.

“Tahun 2021 lalu, Pemkot Samarinda telah berpartisipasi dan memperoleh penghargaan sebagai Kota Inovatif dengan perolehan skor 52,71 dari 32 inovasi yang diikutkan penilaian. Target selanjutnya dapat menjadi Kota Terinovatif atau Kota Sangat Inovatif,” kata Andi pada Sosialisasi Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah serta Pemberian Penghargaan IGA tahun 2022 di ruang Mangkupelas Balaikota Samarinda, Jumat (5/8/2022).

Dalam kegiatan ini Kepala Bappedalitbang Samarinda Ananta Faturrazi menyerahkan Piagam Penghargaan Kota Inovatif IGA Award 2021 dari Mendagri RI kepada Wali Kota.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Soroti Beasiswa hingga Minimnya Sekolah Negeri di Samarinda

Andi Harun mengatakan, kerja sama seluruh perangkat daerah sangat diperlukan dalam mewujudkan Samarinda sebagai Kota Terinovatif.

“Seluruh perangkat daerah agar mengambil peran termasuk Puskesmas, sekolah, seluruh unit organisasi di lingkungan pemerintah wajib menyertakan satu atau dua atau beberapa jenis inovasi dalam bidang pelayanan masing-masing. Akan menjadi catatan penting bagi unit organisasi yang tidak mengindahkannya,” tegasnya.

Menurut Andi Harun arahan ini merupakan perintah resmi dari wali kota bahkan sudah jelas arahan langsung dari Kemendagri sebagai implementasi PP Nomor 38 tahun 2017.

“Tetapi bukan semata karena perintah wali kota, tapi kita ingin menjadi terbaik di organisasi kita masing-masing,” tandasnya.

Namun dirinya meyakini organisasi perangkat daerah sudah membuat inovasi atau ada juga sudah merancang membuat inovasi, tetapi belum diikut sertakan dalam penilaian IGA.

Baca Juga  Sekda Kukar Hadiri Asesmen Akreditasi S2 Ilmu Administrasi Publik Unikarta

“Inovasi ini merupakan kebutuhan, ada atau tidak adanya pengukuran indeks inovasi daerah ini apalagi ada, tetap menjadi wajib dilakukan. Sebab proses kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat, tidak bisa lagi dihindari dan harus dijawab dengan inovasi,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, inovasi dilakukan bukan untuk mengejar dana insentif daerah yang telah dijanjikan pemerintah pusat bagi yang telah meraih kategori Sangat Inovatif, namun merupakan suatu kebutuhan.

“Salah satu bukti kualitas kepemimpinan, dari unit organisasi yang dipimpin adalah mampu mengurai masalah-masalah dengan salah satu caranya dengan memunculkan inovasi. Bukan hanya untuk mengurai permasalahan, inovasi yang dimunculkan juga untuk meningkatkan pelayanan publik,” urainya.

Baca Juga  Pembentukan TTIS Kabupaten/Kota Jadi Upaya Pemprov Kaltim Hadapi Serangan Siber

Orang nomor satu di Kota Tepian ini menyakini dengan kerja sama dan dedikasi semua jajaran di lingkungan Pemkot Samarinda, ke depan Samarinda menjadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kota yang penuh dengan inovasi. (xl)