KUTAI KARTANEGARA – Salah satu warga di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) sedang membutuhkan pertolongan medis karena sedang sakit. Namun kondisi banjir yang masih menyelimuti wilayah tersebut menyebabkan akses darat terputus.
Hal ini membuat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bertindak dengan cepat untuk membantu mengevakuasi warga tersebut.
“Karena jalan darat lumpuh total tidak bisa dijalani. Hanya kapal pemda yang jadi satu-satunya tempat untuk mobilisasi masyarakat yang membutuhkan bantuan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Abdal melalui Koordinator lapangan Satgas SAR Eko Surya Winata.
Warga yang sakit tersebut dievakuasi dari Desa Kelekat dan dibawa ke Puskesmas yang ada di Kecamatan Kembang Janggut. Diketahui warga lanjut usia (lansia) bernama Nyanti (78) itu mengalami sesak nafas.
“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kembang Janggut oleh ambulans Kembang Janggut,” ungkapnya.
Pantauan terakhir, banjir yang terjadi di Desa Kelekat masih berada pada kedalaman Tinggi Muka Air (TMA) sekitar 1,5 meter. Kebanyakan warga setempat mendirikan panggung di dalam rumah agar bisa tetap tinggal dan beraktivitas.
“Kondisi ketinggian debit air hari ini masih bertahan seperti kemarin,” ucapnya.
Dampak yang ditimbulkan karena banjir membuat sebagian fasilitas umum dan rumah penduduk di Desa Kelekat yang berada di pinggiran Sungai Belayan sudah tergenang banjir. Khusus jalan poros menuju Kecamatan Tabang ketinggian air sudah mencapai 80 sentimeter.
Jumlah yang terdampak ada 862 kepala keluarga (KK), 2.794 jiwa, 360 rumah dan kini ada 15 orang yang memutuskan untuk mengungsi. Rata-rata fasilitas umum juga terdampak seperti sekolah, pusban, masjid, kantor desa, dan lainnya.
“Apabila air terus meningkat akan bertambah jumlah pengungsi,” pungkasnya. (zu)












