Aksi 21 April di Kaltim, Massa Tak Bertemu Hasanuddin dan Rudy Mas’ud

Sejumlah orator menyampaikan aspirasi dari atas mobil komando di hadapan massa aksi yang memadati kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4). (Zulkar/Komparasi)

SAMARINDA – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur menggelar aksi demonstrasi di dua titik, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/4).

Aksi di depan Kantor DPRD Kaltim berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Mahasiswa, warga sipil, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka, terutama terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai bermasalah.

Dalam aksi tersebut, massa secara terbuka menyoroti dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi daerah. Kritik itu disampaikan melalui orasi serta spanduk berukuran besar yang dipasang di ruang publik.

Baca Juga  Utang Pemkab Kukar Belum Dibayar, Bupati Menghadap Kemenkeu untuk Cari Solusi

Massa juga sempat mempertanyakan keberadaan Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan di lokasi, yang bersangkutan disebut sedang berada di Magelang.

Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, kemudian menemui massa dan menjadi perwakilan lembaga. Ia turut menandatangani tuntutan yang diajukan demonstran.

Usai aksi di DPRD, massa bergerak menuju titik kumpul di kawasan Islamic Center Samarinda sebelum melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur Kaltim sekitar pukul 14.30 WITA.

Setibanya di Kantor Gubernur, massa kembali menggelar aksi dengan bergantian melakukan orasi. Pagar kawat berduri yang terpasang di lokasi sempat dibuka oleh peserta aksi. Perhatian juga tertuju pada spanduk bertuliskan tagar #KaltimDaruratKKN yang dibawa massa.

Baca Juga  Sunggono Lepas Kirab Drumband Genderang Suling Canka Lokananta Latsitarda Nusantara

Dalam aksinya, massa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni mengaudit seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, menghentikan praktik KKN di daerah, serta mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

“Mendesak DPRD Kaltim segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasan secara total,” ujar Jenderal Lapangan aksi, Faturahman, dari atas mobil komando.

Hingga pukul 17.30 WITA, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tidak tampak menemui massa aksi. Situasi sempat kondusif dan massa mulai membubarkan diri.

Namun, sekitar pukul 18.00 WITA, sebagian massa masih bertahan di lokasi. Situasi kemudian memanas setelah terjadi aksi pelemparan botol minuman dan batu ke arah dalam halaman Kantor Gubernur.

Baca Juga  Jelang Pemilu, Masyarakat Kaltim Diimbau Kritis Hadapi Banjir Informasi di Ruang Digital

Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengambil tindakan dengan membubarkan massa menggunakan water cannon. (zu)