TIM Argentina kerap dituding sebagai anak emas FIFA dalam ajang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pasalnya, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan para pemainnya saat berlaga, namun seperti dibiarkan oleh para wasit FIFA.
Sebaliknya, pelanggaran yang dilakukan lawan-lawan Argentina justru langsung ditindak. Beberapa tim pun menyampaikan kekecewaan kepada FIFA, seperti Aljazair, Mesir, hingga Swiss.
Menanggapi tudingan itu, Kapten Argentina Lionel Messi menegaskan timnya tidak membutuhkan bantuan siapa pun untuk melangkah hingga final. Pernyataan tersebut disampaikan Messi usai Argentina menyingkirkan Inggris dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026).
Kemenangan itu mengantar tim asuhan Lionel Scaloni ini melaju ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia. Di balik keberhasilan tersebut, Argentina kembali diterpa tudingan mendapat keuntungan dari keputusan wasit. Isu yang sudah beberapa kali mencuat sepanjang turnamen kembali ramai diperbincangkan usai laga kontra Inggris.
“Saya tak ambil pusing dengan berbagai komentar tersebut. Pencapaian Argentina merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, bukan karena bantuan pihak mana pun,” ujarnya.
“Apa yang telah dicapai tim ini sungguh luar biasa. Kami mencapai final lagi dan kembali berjuang menjadi juara dunia. Kami adalah tim terbaik di dunia dalam empat tahun terakhir, suka atau tidak suka. Saya tidak peduli dengan apa yang mereka katakan,” klaim La Pulga, julukan Messi.
Kata dia, keberhasilan Argentina menembus final Piala Dunia untuk kedua kali secara beruntun menjadi bukti kualitas timnya. Menurut Messi, tak ada keberuntungan atau perlakuan istimewa yang membawa Argentina sejauh ini.
“Ini membuktikan bahwa apa yang kami lakukan bukanlah kebetulan dan tidak ada yang memberi kami apa pun. Mencapai dua final Piala Dunia adalah sesuatu yang sangat sulit dan tim ini berhasil melakukannya,” ucap pria 39 tahun ini.
Messi mengaku tidak pernah meragukan kemampuan rekan-rekan setimnya. Mantan pemain Barcelona ini menilai, kekompakan menjadi kekuatan terbesar Argentina.
“Tim ini tidak pernah mengejutkan saya. Saya tahu kemampuan kami. Mungkin banyak orang meragukan kami, tetapi ketika kelompok ini bersatu, kami selalu mampu memberikan segalanya,” tandas Messi.
Meski mengatakan hal itu, sang megabintang beberapa kali tertangkap kamera melakukan pelanggaran dengan sengaja namun dibiarkan wasit. Di antaranya menghentikan bola dengan tangan hingga menginjak kaki pemain lawan. (xl)












