Baznas Sebut Tren Pengumpulan Zakat di Kaltim Terus Alami Peningkatan

Ketua Baznas Ahmad Nabhan. (istimewa)

SAMARINDA  – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim tren pengumpulan zakat di Kaltim terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagaimana disampaikan Ketua Baznas Kaltim Ahmad Nabhan dalam agenda Kaltim Berzakat di Olah Bebaya Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026). 

Dia mengungkapkan, tren pengumpulan zakat terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2021, pengumpulan dana Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) terkumpul sebesar Rp 6,8 miliar. Naik menjadi Rp 8,7 miliar pada 2022, Rp 14,4 miliar pada 2023, Rp 16,6 miliar pada 2024, hingga mencapai Rp 20,6 miliar pada 2025.

“Alhamdulillah, setiap tahun meningkat. Bahkan sejak adanya surat edaran Gubernur, pada Juli 2025 pengumpulan zakat melonjak dari rata-rata Rp 450 juta per bulan menjadi Rp 950 juta dan pada November–Desember mencapai Rp 1,3 miliar per bulan,” jelasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Semangat Belajar, Pj Gubernur Kaltim Dorong Penciptaan Sekolah Hijau yang Sejuk

Sepanjang 2025, pendistribusian zakat mencapai Rp 23 miliar, termasuk tambahan dari saldo tahun sebelumnya. Dana Zakat Infak dan Sedekah (ZIS) disalurkan untuk program pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, advokasi dan dakwah. 

Selain itu, Baznas Kaltim juga terus memperkuat tata kelola melalui sistem digital serta audit internal dan audit Kementerian Agama dengan hasil baik. Atas kinerja tersebut, pada 2025 Baznas Kaltim meraih empat penghargaan nasional dari Baznas RI.

Baca Juga  Petala Borneo Bawa Tingkilan Kutai ke Album Nasional Satu Dekade Keroncong Plesiran

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan disparitas sosial. Ia mengapresiasi profesionalisme dan akuntabilitas Baznas dalam mengelola dana umat.

“Capaian Rp20,6 miliar membuktikan potensi zakat kita sangat besar dan menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi. Potensi zakat di Kaltim bahkan bisa mencapai Rp 6 triliun,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, sebutnya, berkomitmen mendorong partisipasi ASN, BUMD, dunia usaha, hingga sektor pertambangan dalam penguatan ZIS. Gerakan Kaltim Berzakat diharapkan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.

Baca Juga  Laris Manis, UMKM Kukar Dapat Berkah Kemeriahan Kukarland Festival 2023

“Mari kita tunjukkan gerakan Kaltim Berzakat sebagai solusi kesejahteraan. Semoga Allah memberkahi dan melindungi Kaltim dari segala bencana,” pungkas Rudy. (xl)