SAMARINDA – Kontes modifikasi motor Greyfit Modifest 2026 di Go Mall Samarinda tak hanya menampilkan motor dengan tampilan menarik. Sejumlah peserta juga menghadirkan inovasi teknologi yang menjadi sorotan pengunjung dan dewan juri.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Yamaha Mio Gear yang dapat dinyalakan menggunakan perintah melalui Google. Inovasi tersebut berhasil mengantarkan motor itu meraih Juara 1 kategori Meet Up Rookies dalam ajang yang berlangsung pada 30-31 Mei 2026.
Pemilik motor, Mila, mengatakan teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi suaminya bersama seorang teknisi bernama Ivan yang secara mandiri mengembangkan sistem tersebut.
“Untuk teknisinya Mas Ivan bersama suami saya yang mengerjakannya. Mereka berdua yang memiliki ide dan mengembangkan inovasinya,” ujarnya saat diwawancara, Minggu (31/5/2026).
Ivan menjelaskan sistem pengoperasian motor melalui Google tersebut merupakan hasil riset dan pengembangan yang mereka kerjakan sendiri, bukan produk yang dibeli dari luar daerah.
“Benar, motor ini bisa dinyalakan melalui Google dan sistem tersebut merupakan hasil karya kami sendiri,” katanya.
Saat ini teknologi tersebut masih digunakan secara pribadi dan belum dipasarkan secara luas. Namun ke depan, pihaknya membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut menjadi perangkat yang bisa digunakan masyarakat umum.
“Sementara masih kami gunakan sendiri. Kalau sudah benar-benar sempurna, kemungkinan akan kami pasarkan,” tuturnya.
Tak berhenti di situ, Ivan mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan pengembangan teknologi lanjutan yang akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Ke depannya masih berkaitan dengan teknologi, tetapi nantinya akan ada campur tangan AI dalam pengembangannya,” katanya.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari juri Greyfit Modifest, Jepunk. Menurutnya, kreativitas modifikator di Kaltim memiliki keunikan tersendiri karena tidak hanya fokus pada tampilan kendaraan, tetapi juga berani melakukan riset teknologi secara mandiri.
“Kalau di daerah lain biasanya membeli teknologi lalu langsung memasangnya. Di sini ada yang melakukan riset sendiri, mengembangkan sendiri, lalu mengaplikasikannya ke motor,” ujarnya.
Jepunk menilai kemampuan melakukan riset dan menciptakan teknologi secara mandiri merupakan hal yang masih jarang ditemukan di dunia modifikasi motor.
“Artinya ada kemandirian untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar lokal. Bahkan berpotensi diproduksi massal atau dijual. Ini luar biasa,” katanya.
Jepunk menyebut, inovasi seperti sistem voice command pada motor menunjukkan bahwa dunia modifikasi tidak lagi hanya berbicara soal estetika, tetapi juga menjadi ruang lahirnya teknologi baru dari tangan kreator lokal. (fjr)












