KUTAI KARTANEGARA – Musim kemarau membawa pemandangan berbeda di Danau Semayang, Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat permukaan air danau menyusut, daratan yang biasanya tertutup air mulai terlihat. Seiring waktu, kawasan tersebut ditumbuhi rerumputan hingga membentuk hamparan hijau di tengah danau.
Fenomena musiman itu kemudian menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. Foto dan video hamparan rumput tersebut ramai beredar di media sosial dan membuat wisatawan berdatangan ke Desa Wisata Pela. Pengelola Desa Wisata Pela, Alimin, mengatakan fenomena tersebut turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa pekan terakhir.
“Karena mereka melihat di medsos kita. Nah, di situ mereka mengambil paket-paket, ada yang menginap, ada yang PP (pulang-pergi) dan macam-macam,” ujar Alimin saat dihubungi, Rabu (19/8/2026).
Menurut Alimin, daya tarik hamparan rumput di tengah Danau Semayang menjadi salah satu alasan wisatawan memilih datang ke Desa Pela. Pemandangan tersebut bahkan disebut memiliki kemiripan dengan hamparan rumput yang kerap muncul dalam serial anak-anak Teletubbies.
Peningkatan kunjungan tidak hanya datang dari wisatawan lokal. Desa Wisata Pela juga menerima wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Untuk wisatawan domestik, sejumlah pengunjung berasal dari Jakarta dan Bandung. Sementara wisatawan mancanegara antara lain datang dari Italia, Belanda dan Rusia.
Adapun wisatawan lokal masih didominasi masyarakat Kota Bangun dan sejumlah wilayah lain di Kukar. Alimin mengatakan peningkatan kunjungan mulai terasa dalam dua pekan terakhir, terutama bertepatan dengan momentum libur Agustus.
“Kalau musim kemarau ini kurang lebih sudah sekitar 4.000 orang,” katanya.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi normal. Dalam satu bulan, kunjungan ke kawasan Desa Wisata Pela biasanya berada di kisaran 1.000 wisatawan.
Pengelola pun memanfaatkan fenomena tersebut sebagai bagian dari pengalaman wisata, namun tetap mempertahankan konsep ekowisata yang selama ini dikembangkan di Desa Pela.
Wisatawan dapat memilih paket perjalanan sesuai kebutuhan. Paket tersebut mencakup transportasi, penginapan atau homestay, konsumsi hingga berbagai aktivitas wisata di Desa Pela.
Meningkatnya kunjungan wisatawan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga dapat terlibat dalam berbagai aktivitas wisata dan memperoleh manfaat dari meningkatnya pergerakan pengunjung.
Meski demikian, pengelola tidak secara khusus memasang target jumlah wisatawan. Fokusnya adalah memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk menikmati fenomena alam sekaligus mengenal Desa Pela secara lebih luas.
Bagi Desa Pela, surutnya Danau Semayang akhirnya menghadirkan sisi lain musim kemarau. Daratan yang muncul di tengah danau dan berubah menjadi hamparan hijau berkembang menjadi atraksi wisata musiman yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.
“Kita berharap wisatawan yang datang bukan hanya melihat fenomena hamparan rumputnya, tapi juga menikmati Desa Pela secara keseluruhan,” tutup Alimin. (fjr)












