NEW YORK – Salah satu partai paling menarik di fase grup Piala Dunia 2026 akan tersaji saat Brasil menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C di Stadion New York, Amerika Serikat, besok pukul 06.00 WITA.
Brasil datang dengan ambisi besar mengawali langkah menuju gelar dunia keenam. Di bawah arahan Carlo Ancelotti, Selecao mencoba membuka era baru tanpa bergantung pada sosok nomor 10 klasik seperti Neymar.
Pelatih asal Italia itu diprediksi mengandalkan trio gelandang pekerja keras, yakni Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta. Ketiganya disiapkan untuk menguasai lini tengah sekaligus memenangkan duel bola kedua menghadapi motor permainan Maroko, Sofyan Amrabat.
Namun, sorotan utama diyakini tertuju pada duel di sisi lapangan. Vinicius Junior akan berhadapan langsung dengan Achraf Hakimi dalam pertarungan yang berpotensi menentukan jalannya pertandingan.
Kecepatan dan kemampuan eksplosif Vinicius menjadi senjata utama Brasil untuk menyerang ruang yang ditinggalkan Hakimi saat membantu serangan. Skema serangan balik cepat diperkirakan menjadi salah satu andalan Selecao.
Di sisi lain, Maroko bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asuhan Walid Regragui datang dengan status salah satu kekuatan baru sepak bola dunia setelah mencatat sejarah dengan finis di peringkat keempat Piala Dunia 2022 di Qatar.
Ancaman Singa Atlas juga datang dari sektor sayap melalui Hakim Ziyech, yang kerap menjadi kreator serangan. Menyadari potensi bahaya tersebut, Ancelotti mengisyaratkan pendekatan yang lebih pragmatis untuk menjaga keseimbangan pertahanan timnya.
Selain Ziyech, Maroko masih memiliki Ismael Saibari dan Brahim Diaz yang siap merepotkan lini belakang Brasil. Nama terakhir bahkan tampil impresif dalam beberapa pertandingan terakhir bersama tim nasional maupun klubnya.
Secara historis, Brasil unggul dalam satu-satunya pertemuan kedua tim di ajang Piala Dunia. Pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis, Selecao menang meyakinkan 3-0 lewat gol Ronaldo, Rivaldo, dan Bebeto.
Kini, hampir tiga dekade berselang, kedua tim kembali dipertemukan. Brasil memburu start sempurna dalam misi meraih trofi keenam, sementara Maroko bertekad melanjutkan kisah kejutan mereka di panggung terbesar sepak bola dunia. (zu)












