Bupati Kukar Ingatkan Pejabat untuk Hindari Pungli dan Tidak Kasar pada Rakyat

APBD Kukar 2026 Anjlok, Bupati Aulia Rahman Basri Pastikan Layanan Publik Tetap Aman
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat diwawancarai usai peringatan hari bakti PU ke-80. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memberikan pesan tegas kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Agar menjaga etika pelayanan dan menjauhi praktik pungutan liar (pungli).

Menurut dia, sikap dan perilaku aparatur di lapangan akan menjadi cerminan langsung wajah pemerintahan yang ia pimpin bersama Wakil Bupati (Wabup) Rendi Solihin.

“Wajah dari pemerintahan ini tergantung dari Bapak Ibu sekalian. Kalau bersikap kasar kepada masyarakat, orang akan menilai seperti itulah wajah pemerintah,” ujarnya di Tenggarong, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Duh, Guru dan Kepala Sekolah Swasta di Kukar Resah Diminta Kembalikan Insentif

Aulia juga mengingatkan agar tidak ada praktik pungli dalam bentuk apa pun. Dia menegaskan, tindakan di luar ketentuan cepat atau lambat akan terungkap ke publik.

“Kalau ada pungutan di luar ketentuan yang berlaku, pasti akan ketahuan. Tidak ada satu pun yang bisa kita tutup-tutupi,” kata Aulia.

Selain itu dia mengajak seluruh aparatur untuk saling menguatkan dalam menjalankan tugas sebagai satu kesatuan organisasi pemerintah daerah.

Baca Juga  Pansus Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kaltim Minta Perpanjangan Waktu

“Kita ini seperti satu tubuh, ada yang menjadi kepala, tangan, badan, dan kaki. Kalau satu saja lumpuh, maka lumpuhlah organisasi ini,” tutur Aulia.

Dia juga menekankan pentingnya kesetaraan pelayanan di seluruh wilayah Kukar tanpa membeda-bedakan daerah penugasan. Aulia meminta para pejabat untuk memberikan pengabdian terbaik di mana pun ditempatkan, tanpa harus bergantung pada pengawasan pimpinan.

“Di mana pun kita ditempatkan, berikan pengabdian terbaik untuk Kutai Kartanegara,” ucapnya. (fjr)