Dirut PT KAI Sampaikan Permohonan Maaf, Klaim Bakal Evaluasi Prosedur Keamanan

Foto viral Dirut KAI Bobby Rasyidin saat Kecelakaan KRL di Bekasi [Instagram/aldhichandras]

JAKARTA – Rabu (29/4/2026) pukul 09.30 WIB di Stasiun Bekasi Timur, Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan para pengguna jasa kereta api atas insiden kecelakaan yang terjadi, Senin (27/4/2026) malam antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Duka cita yang mendalam juga disampaikan kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Kata dia, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Saat ini, sejumlah langkah strategis tengah dilakukan. Yang pertama yaitu investigasi dan evaluasi sistem.

Baca Juga  Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 di Kukar, Gugah Semangat Para Pemuda

“Pemerintah menghormati dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berjalan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk mendalami dugaan gangguan pada sistem sinyal. KAI juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh prosedur keamanan dan teknologi operasional,” ujar Bobby.

Kemudian dalam hal pendampingan korban, fokus utama saat ini tidak hanya pada pemulihan operasional. Tetapi juga memastikan kehadiran negara melalui KAI dalam memberikan pendampingan dan penanganan maksimal bagi para korban serta keluarga terdampak.

Langkah berikutnya yang dilakukan yaitu pemulihan Layanan. Kata Bobby, proses evakuasi telah selesai dilakukan dan jalur yang terdampak kini mulai dapat dilalui kembali secara bertahap. Penyesuaian operasional terus diterapkan guna memastikan keamanan sisa perjalanan kereta.

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memastikan seluruh rekomendasi dari KNKT nantinya ditindaklanjuti secara tegas demi mencegah kejadian serupa di masa depan,” tegasnya. (xl)