KUTAI KARTANEGARA – Upaya menekan angka pengangguran di Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan. Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kukar tengah menyiapkan sistem terintegrasi dalam aplikasi Kukar Siap Kerja, yang dirancang menjadi platform lengkap untuk mempertemukan pencari kerja, peserta pelatihan, dan perusahaan dalam satu ekosistem digital.
Sekretaris Distransnaker Kukar Dendy Irwan Fahriza mengatakan, pengembangan sistem ini akan membuat layanan ketenagakerjaan menjadi dua arah bahkan multi-arah. Tidak hanya menampilkan informasi lowongan kerja, perusahaan juga bisa langsung melakukan rekrutmen melalui platform.
“Nantinya kita berbasis sistem. Tidak hanya menyajikan lowongan kepada pencari kerja, tapi juga memberikan akses kepada pemberi kerja,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (21/2/2026).
Dendy menjelaskan, aplikasi yang dikembangkan akan terhubung dengan seluruh program pelatihan kompetensi yang disiapkan pemerintah daerah. Pelatihan dirancang untuk memenuhi kebutuhan nyata dunia usaha, seperti welder, sopir, hingga tenaga tukang.
“Gap keterampilan itu akan dipenuhi lewat pelatihan. Hasil pelatihan menjadi base data di aplikasi Kukar Siap Kerja,” jelasnya.
Melalui sistem baru ini, data lulusan pelatihan akan tersaji lengkap. Mulai dari nama, alamat, hingga email. Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dapat langsung memilih kandidat sesuai kebutuhan. Sistem kemudian otomatis mengirimkan notifikasi ke peserta yang relevan.
“Kalau perusahaan butuh 10 driver atau welder, mereka bisa melihat hasil pelatihan yang sudah tersedia. Nanti langsung ada notifikasi ke email peserta,” tambahnya.
Pengembangan sistem dilakukan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Tahap awal dimulai dari penyusunan business process flow, dilanjutkan dengan pembuatan database, pengkodean, hingga uji coba.
“Mudah-mudahan minggu depan kita konsolidasi dengan Diskominfo dan bidang pelatihan. Kita buat alur proses bisnis dulu, lalu uji coba awal,” katanya optimistis.
Jika tidak ada kendala, sistem terintegrasi Kukar Siap Kerja ditargetkan bisa berjalan pada Maret–April mendatang.
Sementara itu, aplikasi Kukar Siap Kerja yang saat ini sudah digunakan tetap beroperasi, khususnya untuk pendaftaran pelatihan. Sejak dibuka Januari, sekitar 2.000 orang telah mendaftar.
“Aplikasi yang sudah ada tetap running. Yang baru nanti sajiannya lebih konkret dan terintegrasi,” ucap Dendy.
Pengembangan sistem ini juga sejalan dengan konsep “job fair every day” yang dicanangkan Bupati Kukar. Ke depan, job fair tetap akan dilaksanakan berbasis wilayah (zona hulu, tengah, dan pesisir) namun seluruh proses seleksi dan rekrutmen bisa dipercepat melalui aplikasi.
“Dengan aplikasi ini, setiap hari perusahaan bisa mengakses kandidat, dan SDM kita bisa berakselerasi lewat sistem,” ujarnya.
Lewat sistem pemerintahan berbasis elektronik, pemerintah daerah juga bisa melakukan tracking penyerapan tenaga kerja, mulai dari peserta pelatihan hingga yang berhasil masuk ke dunia kerja.
Masyarakat Kukar yang belum memiliki keterampilan tetap dapat mendaftar pelatihan melalui aplikasi, sedangkan yang sudah bersertifikat bisa langsung mendaftar sebagai pencari kerja.
“Kalau belum punya skill, daftar pelatihan. Kalau sudah punya sertifikasi, bisa langsung daftar sebagai pencari kerja. Semua akan terdata dalam sistem,” pungkasnya. (fjr)












