DPRD Samarinda Dorong Pembenahan Data Penerima Bantuan Sosial

Foto : Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Istimewa)

SAMARINDA — DPRD Samarinda meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pendataan bantuan sosial (bansos) menyusul meninggalnya Mandala Rizky Syahputra (16), siswa SMKN 4 Samarinda, yang belakangan menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait akurasi data masyarakat penerima bantuan sosial agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Kami meminta Dinas Sosial segera memperbaiki validasi penerima bantuan agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan,” ujar Ismail di Samarinda, Senin (5/5/2026).

Baca Juga  KPU Samarinda Kolaborasi Media Massa untuk Sosialisasikan Pilkada 2024

Menurutnya, lemahnya pendataan berpotensi membuat masyarakat kurang mampu luput dari perhatian pemerintah, meski berada dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

“Jangan sampai kelemahan pendataan membuat masyarakat kurang mampu tidak tersentuh program bantuan,” katanya.

Mandala diketahui merupakan siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda yang tinggal bersama ibunya, Ratnasari, di kawasan Jalan Tarmidi Gang 2, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota.

Sejak ayahnya meninggal dunia, kebutuhan keluarga disebut ditopang sang ibu yang sehari-hari berjualan makanan.

Ratnasari mengaku anaknya masih menggunakan sepatu lama untuk keperluan sekolah dan magang karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga  DLH PPU Optimalkan Hutan Kota dengan Ekosistem Kerangas

“Mandala tetap memakai sepatu lama untuk sekolah dan magang karena kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan membeli sepatu baru,” ungkapnya.

Kondisi kesehatan Mandala dikabarkan mulai menurun saat mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Pihak keluarga menyebut Mandala sempat mengeluhkan rasa nyeri sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak medis maupun rumah sakit terkait penyebab pasti meninggalnya siswa tersebut.

SMKN 4 Samarinda turut membantu proses pemulasaraan hingga pemakaman Mandala. Salah seorang guru disebut membantu menyediakan ambulans saat keluarga mengalami kendala transportasi. (adv/zu)