Dua Insiden Maut dalam Sepekan di Pelabuhan Semayang, Polisi dan KSOP Perketat Pengawasan Kapal

Foto : Polresta Balikpapan, KSOP Balikpapan dan Otoritas Pelabuhan melakukan evaluasi total dalam operasional pelabuhan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Otoritas pelabuhan bersama kepolisian memperketat prosedur operasional kapal menyusul dua insiden fatal yang terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, dalam sepekan terakhir.

Fokus pengawasan kini diarahkan pada sistem embarkasi dan debarkasi muatan kapal roro yang dinilai masih memiliki celah risiko kecelakaan kerja. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap pola penanganan muatan serta lalu lintas kendaraan di atas kapal.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu, mengatakan pihaknya menerima sejumlah masukan krusial terkait kondisi teknis di lapangan yang melibatkan operator kapal.

“Masukan itu mencakup penanganan muatan dan proses keluar-masuk kendaraan di kapal roro yang menjadi titik rawan kecelakaan,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Sebagai regulator, KSOP memperketat pengawasan terhadap operator kapal guna memastikan standar keselamatan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.

Baca Juga  Sekda Kukar Minta Zona Nilai Tanah Segera Disosialisasikan ke Masyarakat

“Kami akan melakukan perbaikan-perbaikan untuk menegakkan aturan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya berupaya mengeliminasi potensi bahaya agar insiden mematikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak kembali terulang.

Meski evaluasi besar-besaran tengah dilakukan, operasional pelayanan penumpang dipastikan tetap berjalan. Otoritas pelabuhan tetap mengakomodasi aktivitas masyarakat setelah melalui pemeriksaan ketat.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah gangguan logistik dan mobilitas warga Balikpapan, meski tekanan untuk meningkatkan standar keselamatan kini berada pada titik tertinggi.

Seiring evaluasi teknis, proses hukum atas hilangnya empat nyawa dalam dua insiden tersebut kini ditangani kepolisian. Polresta Balikpapan tengah menyisir fakta-fakta di lapangan guna mengungkap penyebab pasti rangkaian kecelakaan tersebut.

Baca Juga  Farida Tekankan Pengelolaan Dana Pokir Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat Kukar

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy menyatakan kepolisian mendukung penuh langkah pengetatan operasional kapal sembari menjalankan fungsi penyelidikan.

“Transparansi hasil pemeriksaan menjadi prioritas demi memberikan keadilan bagi para korban,” katanya.

“Kami masih dalam proses penyelidikan. Nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” tambah Jerrold.

Sebagai informasi, pada akhir Januari 2026 terjadi dua insiden fatal secara beruntun di Pelabuhan Semayang. Insiden pertama menimpa KM Dharma Kartika IX pada Selasa (27/1/2026) ketika kapal mengalami kemiringan mendadak saat bersandar.

Peristiwa tersebut menyebabkan muatan truk bermuatan berat bergeser dan menimpa kendaraan pribadi di dek kapal. Akibatnya, tiga penumpang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga  Joni Sinatra Tegaskan Isu Penundaan Pemilu Tak Berhubungan Pemindahan IKN

Belum reda suasana duka, kecelakaan kerja kembali terjadi pada Rabu malam (28/1/2026) di atas KM Madani Nusantara. Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Dony Wiranata dilaporkan tewas setelah terhimpit alat berat jenis excavator di area pintu ramdoor saat proses pemuatan. (zu)