KUTAI KARTANEGARA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim mulai berdampak pada kondisi kesehatan petugas pemadam. Sejumlah petugas yang berjibaku memadamkan api selama berhari-hari mengalami kelelahan hingga gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar Fida Hurasani membenarkan ada sekira empat anggotanya yang sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah mengalami kelelahan dan sesak napas saat bertugas di Kecamatan Muara Badak.
“Ya, sempat melakukan pemeriksaan kesehatan karena kecapekan dan ada sesak napas,” kata Fida saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena petugas terlalu lama berada di lapangan. Tim di Muara Badak disebut harus bekerja siang dan malam selama hampir sebulan untuk menangani karhutla.
“Teman-teman Muara Badak itu siang malam. Sudah 12 hari, mungkin sudah 20 hari. Sudah lama mereka bekerja,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Disdamkarmatan Kukar kemudian melakukan rotasi personel dan menambah kekuatan di lokasi. Sebanyak satu regu atau 12 personel dari markas komando (Mako) dikerahkan untuk membantu petugas yang sudah lama bertugas di lapangan.
“Saya sudah bisa melihat teman-teman di situ sudah kelelahan, butuh tenaga baru, backup. Makanya saya backup dari Mako,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah anggota yang bertugas di Muara Muntai juga telah diberikan waktu untuk beristirahat sebelum sebagian kembali digeser untuk memperkuat penanganan karhutla di Muara Badak.
Fida menegaskan kondisi kesehatan petugas menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Pemeriksaan terhadap personel di lapangan juga dilakukan dengan dukungan puskesmas setempat.
“Obat-obatan itu sudah difasilitasi oleh Puskesmas setempat. Dari pihak Puskesmas ada instruksi dari Pak Bupati, Pak Sekda, sama Dinas Kesehatan untuk mengecek rekan-rekan di lapangan semua,” katanya.
Petugas yang sempat mengalami gangguan kesehatan kini telah kembali ke Mako. Kondisinya disebut sudah membaik, meski belum sepenuhnya pulih.
Fida pun melarang mereka kembali turun ke lokasi kebakaran untuk sementara waktu. Mereka diminta beristirahat dan membantu pekerjaan lain seperti menyiapkan logistik.
“Alhamdulillah mereka sudah kembali sehat. Walaupun belum pulih 100 persen. Tapi tetap saya peringatkan untuk tidak melakukan kegiatan di lapangan dulu. Mereka stay di Mako saja, mungkin bisa membantu persiapan logistik,” tuturnya.
Selain kelelahan fisik, petugas juga harus bekerja di tengah kepungan asap. Meski demikian, seluruh personel tetap diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Capek, lelah. Asap semua adanya, kecapekan. Walaupun kita di asap, kita pakai SOP, pakai standar juga, APD,” katanya.
Beratnya tugas pemadaman juga dipengaruhi kondisi medan. Petugas harus melewati tanjakan, turunan, rawa hingga lahan gambut yang sulit dilalui.
“Jangankan mereka, kami yang me-manage mereka saja luar biasa lelahnya. Apalagi teman-teman di lapangan secara fisik. Belum lagi tanjakan, turunan, kedalaman rawa, gambut yang harus kita tempuh. Itu tidak sembarangan,” ungkap Fida.
Di sisi lain, kebakaran masih terjadi di sejumlah titik. Disdamkarmatan Kukar terus menggeser personel berdasarkan laporan terbaru dari lapangan. (fjr)












