PASER – Kabupaten Paser mengalami pertumbuhan ekonomi secara year on year sebesar 3,65% pada triwulan 1 tahun 2026. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bdan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Agung Prasetio di ruangannya, Rabu (10/6/2026).
Dijelaskan, pertumbuhan ini secara umum didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi karena momen hari besar keagamaan nasional, penyelenggaraan kegiatan kegiatan berskala nasional dan internasional di Kabupaten Paser. Serta aktivitas-aktivitas di sektor pertambangan dan pertanian dalam arti luas.
”Secara pengeluaran, komponen belanja lembaga keagamaan maupun ormas mengalami kenaikan sebesar 10,51% dibandingkan triwulan 1 tahun 2025. Selain itu konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh signifikan masing masing 10,19% dan 4,90%,” jelas Bayu.
“Peningkatan konsumsi pemerintah dikarenakan adanya penyaluran THR, sehingga mendorong konsumsi rumah tangga,” imbuhnya.
Dilihat dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi makan minum mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding triwulan 1 tahun 2025, dimana tumbuh sebesar 22,73%. Hal ini sejalan banyaknya event yang digelar di Kabupaten Paser sehingga dari event tersebut mendorong aktivitas ekonomi di sektor akomodasi dan makan minum.
“Terdapatnya momen Ramadhan, Idul Fitri dan penyaluran THR juga ikut mendorong aktivitas sektor perdagangan, sehingga tumbuh sebesar 15,21% dibandingkan triwulan 1 tahun 2025,” beber Bayu.
Lebih lanjut disampaikan, pada triwulan 1 tahun 2026 sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser, yaitu sebesar 55,27% diikuti dengan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 18,41%, serta sektor industri pengolahan sebesar 7,86%.
Meningkatnya peran sektor pertambangan dan penggalian salah satunya adalah meningkatnya produksi batubara dibandingkan triwulan 1 tahun 2025. Hal ini bisa dikatakan secara regional di Provinsi Kaltim, Kabupaten Paser menyumbang sebesar 6,40% terhadap perekonomian Kalimantan Timur. (xl)












