Gol Martinelli di Injury Time Antar Brasil Singkirkan Jepang dari Piala Dunia 2026

Gol Martinelli di Injury Time Antar Brasil Singkirkan Jepang dari Piala Dunia 2026
Gabriel Martinelli menjadi pahlawan Brasil lewat golnya ke gawang Jepang di menit kritis. (FIFA)

HOUSTON – Gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time membawa Brasil meraih kemenangan atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Houston.

Gabriel Martinelli mencetak gol pada detik-detik terakhir pertandingan untuk membawa Brasil meraih kemenangan dramatis atas Jepang pada babak 32 besar di Houston. Tim Amerika Selatan itu akan menghadapi pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia pada babak 16 besar, 5 Juli, di New York New Jersey Stadium.

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti sebelumnya meminta para pemainnya tampil dengan “pikiran, hati, dan kejernihan”, dan mereka membutuhkan ketiganya untuk bangkit menghadapi Samurai Blue.

Jepang sempat bermimpi saat menutup babak pertama dengan keunggulan berkat gol indah Kaishu Sano. Gelandang tersebut memanfaatkan umpan yang kurang sempurna, melesat melewati ruang yang ditinggalkan lini pertahanan Brasil, lalu melepaskan penyelesaian kaki kanan yang menjadi gol pertamanya bersama tim nasional Jepang.

Houston Stadium yang mayoritas dipenuhi warna kuning terus menantikan jawaban. Setelah dua peluang berbahaya, sundulan keras ketiga akhirnya membawa Brasil menyamakan kedudukan, dengan Casemiro menuntaskan umpan presisi dari Gabriel Magalhaes.

Baca Juga  Kukar Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Korpri Ke-2 Kaltim

Andaikan bukan karena ujung jari Zion Suzuki, Vinicius Junior seharusnya sudah membawa Brasil berbalik unggul beberapa menit kemudian, alih-alih hanya bisa menyesali tembakannya yang membentur tiang.

Selecao mencium darah, dan Jepang akhirnya menyerah pada menit-menit akhir ketika Bruno Guimaraes menemukan Martinelli, yang menaklukkan Suzuki dan memicu selebrasi meriah di Space City.

“Kami tidak kehilangan kesabaran. Kami memiliki banyak opsi, baik di lapangan maupun di bangku cadangan. Jepang bukan lawan yang mudah. Mereka sangat terorganisasi dan bermain dengan intensitas tinggi,” tutur pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.

“Saya menyimpan Neymar untuk babak tambahan waktu. Dia akan masuk pada menit ke-105 jika kami belum mencetak gol kedua. Saya tidak ingin mengubah struktur permainan karena tim bermain dengan baik,” lanjutnya.

Perburuan Brasil untuk meraih bintang keenam terus berlanjut, sementara kemenangan pertama Jepang di fase gugur masih harus menunggu. 

Baca Juga  Kalahkan Tuan Rumah Kanada 2-1, Swiss Rajai Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026

“Saya sangat kecewa karena kami harus mengakhiri perjalanan di turnamen ini pada tahap ini, tetapi para pemain telah memberikan segalanya hari ini, seperti yang mereka lakukan sepanjang perjalanan hingga mencapai titik ini,” ungkap pelatih Jepang, Hajime Moriyasu. 

“Staf pelatih juga bekerja tanpa lelah untuk mendukung para pemain. Saat ini saya sangat terpukul setelah memberikan semua yang kami miliki, tetapi saya ingin menerima hasil ini dan menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi tim yang lebih kuat lagi,” tegasnya.

Adapun buat Gabriel Martinelli, gol penentu kemenangan itu adalah gol kelimanya bersama timnas Brasil, dan yang ketiga ia cetak di Amerika Serikat. 

“Saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan di hati saya. Melihat semua suporter berdiri, orang tua saya, teman-teman saya, saya tidak bisa menjelaskannya. Setelah bola membentur tiang, saya tahu saya akan mendapatkan peluang lagi,” ujar Martinelli.

“Sejujurnya saya benar-benar kehabisan kata-kata. Saya hanya senang bisa membantu tim, entah bermain di sisi kiri ataupun di tengah. Yang terpenting adalah membantu tim,” imbuhnya.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Akui Terjadi Insiden Saat Kunjungan Gubernur ke Kubar dan Mahulu

Sementara itu pemain terbaik dalam laga itu, Casemiro menyebut kekuatan terbesar mereka adalah mentalitas tim. Dalam hal ini Brasil terus menekan di area pertahanan lawan. 

Di Piala Dunia, sangat penting menghargai para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Endrick masuk dan bermain sangat baik hari ini, Martinelli juga pemain hebat, dan Rayan mampu menggantikan peran Raphinha dengan sangat baik. Itulah semangat kami, dan inilah skuad untuk menjuarai Piala Dunia,” tandasnya. (xl)