Hadirkan Unsur-Unsur Kota Tepian, Rancangan Batik Khas Samarinda Disepakati

Hadirkan Unsur-Unsur Kota Tepian, Rancangan Batik Khas Samarinda Disepakati
Wali Kota Samarinda Andi Harun memperhatikan rancangan batik khas Samarinda. (Diskominfo Samarinda)

SAMARINDA – Rancangan batik khas Samarinda telah disepakati Wali Kota Samarinda Andi Harun. Dalam presentasi tim dari Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Jumat (13/01/2023) siang.

Sebelum disepakati, beberapa rancangan batik yang didesain tim binaan Dinas dipresentasikan, dengan pemaparan unsur-unsur ornamen yang ada. Dijelaskan pula nilai-nilai filosofis dari masing-masing unsur dan bentuk di dalamnya.

Kemudian usai melewati diskusi, disepakati dua rancangan Batik yang akan resmi menjadi batik khas Kota Tepian.

“Kedua motif batik nanti akan menjadi seragam Dinas Pegawai Pemkot serta BUMN dan BUMD yang ada di Kota Samarinda,” tutur Andi Harun.

Baca Juga  Sekda Sri Wahyuni Pastikan Kaltim Siap Selenggarakan Pilkada Serentak 2024

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Ibnu Araby mengungkapkan, pihaknya mencoba mengimplementasikan inisiasi dari wali kota ke dalam suatu bentuk motif batik. Yang di dalamnya ada unsur gelombang Sungai Mahakam, kapal tambangan, Pesut Mahakam, dan beberapa motif lain.

“Seperti ada unsur siring ulin, burung Enggang, ornamen Dayak terutama Kenyah, juga Bunga angrek Bulan dan Anggrek Hitam yang merupakan flora Kaltim,” papar Ketua Dewan Kesenian Kota Samarinda ini.

Baca Juga  Mahakam Investment Forum 2024 Dorong Akselerasi dan Percepatan Investasi di Kaltim

Ibnu menjelaskan, rancangan ini disempurnakan selama sekira sebulan setengah. Rencananya batik ini akan diluncurkan sekaligus dijual pada Festival Samarinda, Maret mendatang.

Dipaparkan, terdapat dua motif yang dikhususkan untuk ASN di lingkungan Pemkot. Serta ada pula dua motif yang diperuntukan masyarakat umum. Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Samarinda sendiri bakal mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari motif-motif batik tersebut.

“Insyaallah di akhir bulan Februari ini kami ada undangan ke Bandung dari Kementerian Perindustrian terkait dengan HAKI. Sekaligus nanti kami daftarkan di sana,” tegas Ibnu. (xl)