Harga LPG Nonsubsidi Naik Mendadak, Agen Pastikan Stok di Kukar Aman

Harga LPG Nonsubsidi Naik Mendadak, Agen Pastikan Stok di Kukar Aman
Ilustrasi LPG nonsubsidi. (Dok. Facebook Pertamina)

KUTAI KARTANEGARA – Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai berlaku di sejumlah daerah, termasuk Kutai Kartanegara (Kukar), sejak 18 April 2026. Kenaikan itu berlangsung tanpa jeda sosialisasi yang panjang, sehingga memicu keterkejutan di kalangan masyarakat maupun agen distribusi.

Direktur Utama PT Nararya (Distributor LPG) Windi Nofriananta mengatakan, pihaknya langsung menyesuaikan harga setelah menerima pemberitahuan resmi.

“Informasinya kami terima tanggal 18. Sempat kami rapatkan beberapa hari, dan akhirnya kami sepakat menyesuaikan harga,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Adapun harga terbaru LPG non-subsidi di tingkat agen, untuk tabung 5,5 kilogram menjadi Rp114.000, sedangkan tabung 12 kilogram naik menjadi Rp238.000. Penyesuaian harga tersebut mengacu kebijakan Pertamina yang berlaku secara nasional, termasuk di wilayah Kukar.

Baca Juga  Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Disnakertrans Kaltim Gelar Bimtek Akreditasi LPK

“Kami mendapat pemberitahuan resmi dari Pertamina, sehingga harga mengikuti ketentuan tersebut,” kata Windi.

Meski kenaikan dilakukan secara tiba-tiba, ia memastikan distribusi LPG di Kukar tetap berjalan lancar dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

“Distribusi masih lancar, stok juga masih banyak. Tidak ada kendala sampai sekarang,” jelasnya.

Namun demikian, Windi mengakui sebagian masyarakat merasa terkejut karena biasanya penyesuaian harga diumumkan di awal bulan. “Memang ada yang kaget karena informasinya mendadak,” tambahnya.

Baca Juga  Duh, Tujuh Anak Sungai di Hulu Kukar Diduga Tercemar Limbah Tambang

Sementara itu, untuk LPG subsidi ukuran 3 kilogram, tidak terdapat perubahan baik dari sisi harga maupun ketersediaan. Pihak agen juga menyatakan akan meningkatkan pengawasan di tingkat pengecer guna mencegah potensi pelanggaran, seperti permainan harga maupun praktik pengoplosan.

“Akan kami tindak tegas jika ditemukan pelanggaran,” tegasnya.

Windi mengimbau masyarakat pengguna LPG nonsubsidi agar tidak beralih ke LPG subsidi, guna menjaga ketersediaan bagi kelompok yang berhak. “Jika terjadi peralihan, dikhawatirkan bisa memicu kelangkaan LPG 3 kilogram,” pungkasnya. (fjr)