Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Kapal yang Nekat Melintas Bakal Ditembak

Kapal-kapal di perairan Selat Hormuz dilihat dari Oman. (reuters)

TEHERAN – Iran kembali menutup total Selat Hormuz, Kamis (11/6/2026). Penutupan ini berlaku termasuk untuk kapal-kapal komersial.

Keputusan penutupan dilakukan setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan. Markas Besar Khatam al-Anbiya menyampaikan, semua kapal yang mencoba melintas akan menjadi target. 

“Klaim Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melintas di Selat Hormuz adalah palsu,” sebut Khatam al-Anbiya. 

Blokade terkini, sebut Iran, meliputi kapal tanker minyak dan kapal komersial. Setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran. 

Sebelumnya, Selat Hormuz bebas dilintasi kapal dagang yang mendistribusikan sekitar 20 persen kebutuhan migas dunia. Penutupan selat itu dilakukan Iran sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel pada Februari lalu.

Baca Juga  Pemkab Kukar Matangkan RPJMD 2025–2029, Semua Program Wajib Mengacu Visi Kukar Idaman Terbaik

Alhasil, penutupan selat itu memicu krisis energi di berbagai negara. Naiknya harga BBM jenis Pertamax di Indonesia jadi salah satu dampak langsung krisis tersebut.

Sejak gencatan senjata sementara disepakati AS-Iran pada April lalu, perlahan Selat Hormuz mulai dibuka meski tak sebebas sebelumnya. Eskalasi belakangan agaknya bakal menyumbat lagi arus distribusi migas di selat tersebut.

Kantor berita Mehr Iran melaporkan, bentrokan hebat dan baku tembak telah terjadi di Selat Hormuz antara pasukan AS dan unit angkatan laut IRGC. IRGC juga mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya menembakkan rudal ke pesawat F16 yang melanggar “wilayah udara Teluk”, dan memaksanya mundur.

Baca Juga  Annisa Mulia Utami Bakal Optimalkan Masa Reses demi Kesejahteraan Masyarakat Kukar

Mehr menambahkan bahwa pasukan AS telah menargetkan tujuh titik pantai dalam serangan Rabu malam. Serangan telah dilaporkan terjadi di berbagai daerah termasuk Bandar Abbas, Sirik, Qeshm dan Pulau Hengam.

Sementara sistem pertahanan udara diaktifkan di Teheran barat. Media Iran juga melaporkan ledakan di beberapa wilayah Iran di Sirik dan Minab, Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Gorgan. 

Di kota Fars, provinsi Fars barat daya Iran, ledakan turut terdengar. Diakibatkan sistem pertahanan udara yang diaktifkan di luar kota. (xl)