KUTAI KARTANEGARA — Di tengah pesatnya perkembangan era digital, makin banyak anak muda yang melirik profesi content creator sebagai pilihan karier. Salah satunya Dila Ayu Paraswati, perempuan asal Tenggarong, yang kini aktif membangun identitasnya di media sosial Instagram dan Tiktok.
Dila yang juga yang aktif sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Mulawarman (Unmul) mengaku awalnya tidak memiliki rencana khusus menjadikan aktivitasnya di media sosial (medsos) sebagai sumber penghasilan.
“Saya suka banget mengabadikan momen dari dulu, dan saya suka membagikan kegiatan yang saya lakukan. Bisa dibilang hanya sharing pengalaman,” ujarnya saat diwawancarai Komparasinews, Sabtu (25/4/2026).
Keputusan Dila untuk menjadi konten kreator, menurutnya, bukan didorong oleh sulitnya mendapatkan pekerjaan. Ia justru melihat aktivitas tersebut sebagai bentuk ekspresi diri.
“Bukan karena sulit kerja. Ini lebih ke passion saya, karena saya suka mengekspresikan diri dan menikmati prosesnya,” kata dia.
Perjalanan Dila hingga mulai memperoleh penghasilan tidak terjadi secara instan. Membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga kontennya mulai dilirik oleh berbagai merek.
“Awalnya saya tidak fokus jadi content creator. Tetapi karena banyak yang menonton video saya, akhirnya ada brand yang mengajak kerja sama,” ucapnya.
Meski terlihat menjanjikan, perempuan kelahiran 2002 tersebut menilai tantangan terbesar dalam profesi ini justru datang dari diri sendiri. Terutama dalam menjaga konsistensi dan kreativitas.
“Content creator itu harus terus punya ide dan konsisten. Itu yang paling sulit. Jujur, sampai sekarang saya juga masih belajar untuk konsisten,” katanya.
Di tengah tantangan tersebut, Dila tetap optimistis profesi conten creator dapat menjadi pilihan karier jangka panjang. Seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Kita sekarang ada di era digital. Semua bisa dilakukan secara online. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang itu,” ujarnya.
Dila juga menilai, secara pribadi, potensi penghasilan dari profesi ini cukup besar jika dikelola dengan baik. Menutup perbincangan, dia memberikan pesan kepada anak muda yang ingin mengikuti jejaknya agar tetap percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain.
“Setiap orang punya kelebihan masing-masing. Tunjukkan itu dan jangan insecure. Jangan terlalu dengarkan kata orang, tetap semangat,” kata Dila. (fjr)












