Jalan Utama Muara Muntai Longsor, Akses ke Tenggarong Terputus

Jalan Utama Muara Muntai Longsor, Akses ke Tenggarong Terputus
Kondisi jalan di Desa Kayubatu Kecamatan Muara Muntai yang longsor. (Dok. Pemerintah Kecamatan Muara Muntai)

KUTAI KARTANEGARA — Akses jalan utama di Desa Kayubatu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) terputus akibat longsor. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dari Muara Muntai dan Muara Wis menuju Tenggarong.

Longsor diperkirakan terjadi pada Selasa dini hari, sekitar pukul 04.00 Wita. Hingga kini, kendaraan roda empat belum dapat melintas di lokasi. 

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengatakan badan jalan yang longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 7 hingga 10 meter.

“Jalan itu merupakan satu-satunya jalan yang arah  Muara Muntai, Muara Wis, menuju ke kota. Kejadiannya dari malam itu jalan itu putus, longsor,” kata Mulyadi saat dihubungi Komparasinews, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, pemerintah kecamatan belum dapat memastikan waktu pasti terjadinya longsor. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, kejadian diperkirakan berlangsung pada dini hari.

Baca Juga  Pemkab Kukar Bakal Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan

Saat ini belum ada jalur alternatif yang dapat digunakan untuk mengalihkan kendaraan. Pemerintah kecamatan tengah mengupayakan pembuatan akses sementara di sisi jalan yang longsor.

“Kami lagi upayakan hari ini untuk membuat jalan di sampingnya atau di mana jalan itu nanti yang tidak membahayakan kendaraan sepeda motor maupun mobil,” ujarnya.

Penanganan juga menunggu bantuan peralatan dari pihak perusahaan, termasuk PT JMS. Peralatan seperti ekskavator dan truk diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi jalan.

“Ya, saat ini kita masih menunggu peralatan dari pihak PT JMS. Pagi ini informasinya akan meluncur peralatan itu, seperti ekskavator, katanya termasuk truk,” kata Mulyadi.

Pemerintah menargetkan akses sementara dapat segera dibuat agar setidaknya sepeda motor bisa kembali melintas. Namun, kondisi jalan yang berada di tepi sungai membuat proses perbaikan harus dilakukan secara hati-hati.

Baca Juga  Usung Konsep 3 in 1, Tiga Event Besar Bakal Digelar Pemprov Kaltim November Ini

Mulyadi mengatakan sempat muncul usulan dari masyarakat untuk menggunakan feri sebagai akses sementara. Namun, opsi tersebut dinilai memiliki kendala karena kondisi kemiringan tepian sungai yang menyulitkan kendaraan untuk naik kembali ke badan jalan.

Untuk sementara, Mulyadi meminta masyarakat tidak memaksakan diri melewati lokasi longsor, terutama kendaraan roda empat.

“Belum, belum bisa. Jadi kendaraan belum bisa, untuk roda 4. Enggak tahu nih roda 2, ya roda 2 ini kalau memang bisa dipaksakan ya khawatir juga nanti,” ujarnya.

Mulyadi mengingatkan kondisi badan jalan di lokasi sudah cukup mengkhawatirkan karena sebagian besar badan jalan mengalami longsor. Pihaknya kini berupaya membuka kembali akses tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan berlangsung.

Baca Juga  Diikuti Para Atlet Kaltim, Chess Tournament Inkorincorp 2nd Bergulir

“Imbauan kami dari pihak pemerintahan kecamatan, mengharapkan kepada para pengendara sepeda motor maupun roda empat untuk lebih berhati-hati kalau melewati itu,” katanya.

“Kalau memang belum bisa dipaksakan, tolong untuk pengertian dari pihak masyarakat sendiri, karena kita ini sedang berupaya untuk memperbaiki jalan itu supaya bisa dilewati,” lanjut Mulyadi. (fjr)