KUKAR IDAMAN SEP 26

Kaltim Jadi Proyek Percontohan Pengurangan Sampah Laut Kawasan Mangrove

Kaltim Jadi Proyek Percontohan Pengurangan Sampah Laut Kawasan Mangrove
Ilustrasi mangrove.

SAMARINDA – Kaltim menjadi proyek percontohan atau pilot project dalam pengurangan sampah laut di kawasan mangrove oleh konsultan lingkungan asal Jepang. Pasalnya Kaltim memiliki kawasan hutan mangrove yang cukup luas, namun memiliki permasalahan sampah laut yang kompleks.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Rina Juliati menerangkan, dalam proyek ini nantinya akan dilakukan kegiatan pembersihan rutin dalam jangka panjang di wilayah pesisir dan kawasan hutan mangrove.

“Kemudian, juga akan dilakukan rentetan aktivitas lain di antaranya seperti investigasi komposisi sampah laut di mangrove, penilaian dampak sampah laut terhadap mangrove, tingkat kematian mangrove muda, dan peningkatan kesadaran masyarakat,” terangnya.

Baca Juga  Jokowi Ungkap Penyebaran Covid-19 Meningkat, Minta Masyarakat Lakukan Ini

Lebih lanjut disampaikan Rina, juga akan ada demonstrasi untuk membangun sistem pembersihan oleh berbagai entitas. Serta menyusun pedoman pembersihan di kawasan mangrove. Dalam hal ini DLH Kaltim mengusulkan lokasi proyek bisa dilakukan di Balikpapan.

“Karena di sana, sudah ada beberapa lokasi pelestarian mangrove. Yaitu Hutan Mangrove Margomulyo dan Mangrove Center Graha Indah,” urainya.

Namun begitu tidak menutup kemungkinan proyek ini juga akan diperluas di kabupaten lain yang memiliki kawasan mangrove dengan luasan cukup besar. Seperti di Berau, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Penajam Paser Utara (PPU).

Rina memaparkan, pemilihan Kaltim sebagai lokasi pilot project pengurangan sampah laut bukan tanpa dasar. Kaltim merupakan satu dari sembilan provinsi prioritas area kerja dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI). Dengan rehabilitasi mangrove mencapai 600 ribu hektare.

Baca Juga  Ribuan WBP Lapas Tenggarong Dapat Remisi, Ini Harapan Ketua DPRD Kukar

Kesembilan provinsi itu di antaranya adalah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat dan Papua. Sampah laut di Kalimantan menjadi perhatian karena kuantitasnya yang cukup tinggi. Terutama di dekat muara sungai yang menjadi kawasan mangrove.

“Balikpapan juga diperkirakan memiliki jumlah sampah laut yang tinggi karena jumlah hotspot sampah yang relatif besar di zona pasang surut tempat tumbuhnya mangrove. Diketahui, Balikpapan memiliki 10 hotspot sampah di kawasan pesisir laut,” sebut Rina.

Baca Juga  Bupati Kukar Terbitkan SE Perubahan Jam Kerja ASN, Begini Aturannya

Proyek percontohan ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan kualitas data informasi untuk penanganan sampah laut di wilayah Mangrove. Sekaligus dapat mengurangi kuantitas sampah di laut dan kawasan mangrove. (xl/advdiskominfokaltim)