Kelangkaan BBM Subsidi, Ketua DPRD Kukar Dorong Pemerintah Lakukan Koordinasi Dengan Pertamina

Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasid. (Zulkar/Komparasi)

KUTAI KARTANEGARA – Antrean kendaraan panjang di beberapa titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di Kota Raja Tenggarong mendapat sorotan oleh Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid.

Politisi Golkar ini mengatakan hal ini terjadi lantaran langkanya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, bukan hanya mengganggu lalu lintas saja tambah Rasid, ia khawatir jika hal ini terus berlanjut akan memberikan dampak negatif pada perekonomian masyarakat.

Baca Juga  Bupati Edi Harap Askab PSSI Kukar Bawa Sepak Bola Kukar ke Arah Lebih Baik

Untuk iru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar didorong agar melakukan peninjauan ke lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk mencari tahu penyebab kelangkaan BBM. “Saya harap OPD bisa berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengetahui akar permasalahan ini,” tegasnya.

Dengan terganggunya suplai BBM, otomatis berdampak langsung terhadap mobilitas barang dan jasa. Selain itu juga berdampak pada kenaikan pasokan sembako. Khususnya, wilayah hulu Kukar yang letaknya sangat jauh dari Tenggarong.

Baca Juga  Tegas! Untag Samarinda Bakal Sanksi Mahasiswa Senior yang Terbukti Lakukan Perpeloncoan

“Sembako kalau sudah naik, itu sulit lagi untuk menurunkannya. Maka dari itu, saya harap ini bisa menjadi atensi utama,” tutupnya. (zu)