Tegas! Untag Samarinda Bakal Sanksi Mahasiswa Senior yang Terbukti Lakukan Perpeloncoan

Tegas! Untag Samarinda Bakal Sanksi Mahasiswa Senior yang Terbukti Lakukan Perpeloncoan
Usai viral di sosial media, Untag Samarinda bentuk tim investigasi independen. (Ist)

SAMARINDA – Universitas 17 Agustus (UNTAG) Samarinda tengah menjadi sorotan publik. Usai munculnya sebuah video yang memperlihatkan ospek mahasiswa baru (Maba) Fakultas Pertanian.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah mahasiswa baru yang dipaksa berjalan melewati parit oleh senior mereka. Hal ini memicu berbagai kecaman warganet.

Rektor Untag Samarinda Marjoni Rahman menyatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Tim investigasi khusus telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan insiden tersebut dan pada pelaku yang terbukti bersalah akan terancam sanksi skorsing minimal satu semester.

“Investigasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam aksi tidak terpuji itu,” ucap Rektor Untag Samarinda, Rahman Marjoni, saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (28/9/2024).

Dia juga menyampaikan, tindakan keras ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab universitas dalam menjaga integritas dan moralitas kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Seharusnya PKKMB menjadi momen positif bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus.

Diketahui, video yang beredar luas tersebut memperlihatkan sekelompok maba yang tengah mengenakan pakaian hitam putih menjadi korban perpeloncoan saat ospek. Dalam video, maba terlihat berjalan di parit berkumpul sambil diintimidasi oleh senior yang sedang mengawasi kegiatan tersebut. Insiden ini terjadi pada Rabu (25/9/2024) sore, di samping kampus Untag Samarinda Jalan Ir Juanda.

Baca Juga  Lonjakan Kendaraan di Tol IKN Saat Natal, Tembus 10 Ribu Unit Sehari

Beberapa komentar dari media sosial menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang oleh senior. Mereka mempertanyakan pengawasan pihak Untag terhadap kegiatan yang melibatkan mahasiswa baru.

Untag Samarinda menanggapi dengan membentuk tim investigasi independen yang bertugas untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut. Tim ini diharapkan bekerja cepat dan objektif dalam mengumpulkan fakta serta bukti yang ada di lapangan, termasuk memeriksa semua pihak yang terlibat dalam kegiatan PKKMB di Fakultas Pertanian.

Rektor Marjoni Rahman menegaskan, universitas tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap tindakan yang melanggar aturan. Terutama yang berkaitan dengan perlakuan tidak manusiawi terhadap mahasiswa baru.

“Kami akan menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah. Universitas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan seluruh mahasiswa, terutama para mahasiswa baru yang masih dalam tahap adaptasi atau mengenal lingkungan kampus,” tegasnya.

Baca Juga  Petani Muda Bendang Raya Nikmati Hasil Panen Melon Bersama Bupati Kukar

Selain langkah investigatif, Untag Samarinda juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan PKKMB untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang. Rektor Marjoni menyebut PKKMB seharusnya menjadi tempat pengembangan diri, pengenalan lingkungan kampus, serta ajang pembentukan karakter positif bagi mahasiswa baru, bukan ajang kekerasan ataupun intimidasi.

“Kamu akan melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian PPKMB di semua fakultas. Seluruh kegiatan yang bersifat kekerasan, intimidasi, atau tidak sesuai dengan norma pendidikan akan segera dihentikan. Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa baru mendapatkan pengalaman yang baik dan positif saat mereka memulai kehidupan akademik di kampus,” bebernya.

Rektor Marjoni juga mengatakan, pentingnya pelibatan lebih aktif dari pihak dosen dan tenaga kependidikan dalam memantau jalannya kegiatan PKKMB. Untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang oleh senior yang dapat merugikan mahasiswa baru.

Baca Juga  Kunjungan Wisatawan ke Pantai Manggar Meningkat Signifikan Selama Libur Nataru

“Kami akan memperketat pengawasan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan interaksi langsung antara senior dan mahasiswa baru. Pengawasan ini penting untuk menjaga agar kegiatan berlangsung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh universitas,” ucapnya.

Lebih lanjut, universitas juga mengimbau para senior untuk tidak menyalahgunakan posisi mereka dalam organisasi kampus. Melainkan menjadi teladan yang baik bagi para junior.

“Mahasiswa senior harus menjadi contoh yang baik, menginspirasi juniornya untuk menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, dan berjiwa sosial tinggi. Itulah esensi dari kegiatan seperti PPKMB,” pungkas Marjoni. (nta)