Kenalan dengan Trionda, Bola Canggih yang Didesain Khusus untuk Piala Dunia 2026

Kenalan dengan Trionda, Bola Canggih yang Didesain Khusus untuk Piala Dunia 2026
Penampakan Trionda. (Adidas)

JAKARTA – Federasi sepak bola dunia FIFA mengumumkan bola canggih yang didesain khusus untuk digunakan dalam Piala Dunia 2026. Namanya Trionda, yang dalam bahasa Spanyol berarti “tiga gelombang”, sebagai representasi tiga negara yang menjadi tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sebagaimana bola-bola khusus Piala Dunia sebelum-sebelumnya, Trionda hadir dengan inovasi FIFA bekerja sama pabrikan Adidas. Bola ini merupakan peningkatan dari bola yang digunakan di Piala Dunia 2022, Al Rihla.

Bola ini dipasangi chip canggih yang menurut FIFA menggunakan teknologi connected ball. Untuk bisa dipakai hingga enam jam, dibutuhkan pengisian daya selama 1,5 jam saja.

Chip ini terpasang dalam salah satu panel bolanya. Guna menyeimbangkan bola yang telah terpasang chip, FIFA dan Adidas memasang lagi tiga pemberat pada tiga panel lainnya.

Baca Juga  Hadapi Penurunan TKD Rp7 Triliun, Pemprov Kaltim Tegaskan Gratispol Tetap Jadi Prioritas

Sejatinya, teknologi chip untuk bola Piala Dunia telah digunakan sejak edisi 2022 di Qatar lewat Al Rihla. Fungsi chip yang ada di Trionda pun sama, yaitu untuk monitor pergerakan bola secara presisi.

Trionda juga memakai teknologi sensor inertial measurement unit (IMU). Sensor ini berfungsi mencatat data 500 kali per detik, melacak akselerasi bola, dan pergerakan tiga dimensi. Data ini terkoneksi secara real-time pada wasit video assistant referee (VAR).

FIFA menggunakan teknologi ini untuk membantu wasit supaya tidak salah dalam mengambil keputusan. Khususnya dalam penerapan aturan yang krusial menentukan terjadinya gol yaitu offside.

Secara spesifik teknis, chip di Trionda tidak jauh berbeda dengan Al Rihla. Bedanya, Trionda hanya terdiri empat panel, berbeda degan Al Rihla yang memiliki 20 panel. Jumlah panel yang sedikit ini memungkinkan bola mempunyai bentuk bulat sempurna.

Baca Juga  Enam Bulan, Distan PPU Kebut Optimasi Lahan Demi Perkuat Ketahanan Pangan

FIFA mengklaim bahwa konstruksi empat panelnya menggabungkan jahitan yang sengaja dibuat dalam, menciptakan permukaan yang menghasilkan stabilitas optimal saat terbang dengan memastikan hambatan yang cukup dan merata saat bola melayang di udara.

Di satu sisi, panel yang sedikit ini memunculkan isu potensi kendala yang bisa didapatkan pemain. Pasalnya Jabulani, bola khusus Piala Dunia 2010 yang memiliki panel sedikit yaitu delapan panel sempat menjadi kontroversi kala digunakan.

Jabulani diprotes banyak pemain di tengah kompetisi lantaran dianggap sulit ditangkap oleh kiper. Pun begitu, bola ini sulit dikendalikan saat ditendang. Alhasil, muncul narasi Trionda bakal punya performa buruk seperti Jabulani. 

Baca Juga  Jelang El Clasico, Situasi Internal Real Madrid Chaos!

FIFA sendiri mengklaim sudah melakukan percobaan pada Trionda sejak 2025. Dari percobaan tersebut, sejauh ini hasilnya baik-baik saja dan sesuai targer. (xl)