Korban Meninggal Tembus Seratus Jiwa, Masyarakat NTT Khawatirkan Gempa Susulan 

Korban Meninggal Tembus Seratus Jiwa, Masyarakat NTT Khawatirkan Gempa Susulan 
Proses evakuasi korban gempa di NTT. (BNPB)

NAGEKEO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan perkembangan penanganan tanggap darurat dari bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Suharyanto memaparkan bahwa gempa dengan episentrum di Nagekeo tersebut berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores.

“Kemudian, yang terdampak itu ada tujuh kabupaten, Bapak Presiden. Jadi, dari mulai Labuan Bajo itu Manggarai Barat, kemudian Manggarai, Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo di sini, Bapak Presiden, kemudian Ngada, Ende, dan Sika,” ucapnya.

Kepala BNPB menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat 105 orang meninggal dunia, 1.678 orang luka-luka, 179.037 orang mengungsi, serta 81.436 rumah mengalami kerusakan. Tingginya jumlah pengungsi, menurut Suharyanto tidak hanya dampak dari gempa, tetapi adanya kekhawatiran masyarakat akan gempa susulan.

Baca Juga  Seratus Anggota PPK Dilantik, Ini Pesan Ketua DPRD Kukar

“Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal 1 kali kemarin,” jelasnya.

Pemerintah memastikan bahwa dukungan logistik, kesehatan, energi dan layanan dasar terus berjalan. Kepala BNPB melaporkan bantuan logistik telah didistribusikan melalui sejumlah jalur, sementara kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat relatif aman.

Baca Juga  Ketimbang Bangun Sekolah Bertaraf Internasional, Damayanti Minta Pemkot Samarinda Lakukan Ini

“Banyak sekali bantuan dari kementerian lembaga, dari TNI Polri, dari swasta, dari pemerintah-pemerintah daerah lainnya juga banyak membantu ke sini, sehingga untuk masalah logistik dasar yang dibutuhkan saat tanggap darurat itu tidak ada permasalahan,” lanjutnya.

Melalui rapat yang dipimpin langsung Presiden Prabowo tersebut, pemerintah terus memetakan langkah penanganan berikutnya, terutama untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak. Penanganan tidak hanya diarahkan pada fase tanggap darurat, tetapi juga pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman dan normal. (xl)