SAMARINDA – Korban penganiayaan di kawasan Jalan Sumber Baru, Kecamatan Samarinda Seberang, Syamsul Bahri, terpaksa menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dialaminya. Setelah sebelumnya pada Kamis (17/10/2024) menjadi korban penikaman.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menjelaskan, pada Kamis sekira pukul 22.00 Wita, pelaku bernama Mellang terlihat melintas di kawasan Jalan Sumber Baru dengan membawa satu tombak berukuran panjang.
“Pelaku terlihat sudah mondar-mandir di jalan tersebut dengan membawa tombak. Pada saat korban Syamsul Bahri keluar rumah, lalu menegur maksud dari pelaku membawa tombak. Namun, justru korban mendapatkan tusukan dari tombak yang dibawa pelaku sebanyak lima kali tusukan,” ucap Ary, Sabtu (19/10/2024).
Akibat luka tusukan dari pelaku, membuat korban banyak kehilangan darah terutama dibagian perut korban. Sehingga korban langsung dilarikan ke RSUD I Abdul Moeis Samarinda.
“Pada saat di hari yang sama, pelaku dikejar oleh banyak warga. Pelaku bersembunyi di bawah parit, sehingga pelaku tidak bisa lagi menghindari amukan warga,” ujarnya.
Nahasnya, polisi yang datang ke lokasi kejadian tidak bisa mencegah amukan massa. Sehingga membuat pelaku meninggal dunia lantaran luka serius di bagian kepala.
“Pihak kami sudah mencoba mengamankan lokasi, namun banyaknya warga yang turut mengepung lokasi tidak bisa kita cegah. Pelaku mengalami banyak luka dibagian kepala,” kata Ary.
Sebagai informasi, korban saat ini masih dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi. Namun, pihak RSUD I Moies Samarinda tidak dapat memfasilitasi korban dengan layanan BPJS.
Salah seorang keluarga korban, Atira, menyampaikan tidak terjadi perselisihan antara korban dan pelaku. Hanya saja, korban menegur maksud dari pelaku membawa tombak.
“Korban tidak sempat lari, langsung ditombak secara brutal oleh pelaku,” ungkap Atira.
Saat ini, pihak keluarga tengah membuka open donasi untuk biaya operasi korban yang hingga kini belum sadarkan diri.
“Korban hanya bekerja sebagai buruh, dia juga tidak mempunyai rumah hanya menumpang. Bapak dari korban juga berkebutuhan khusus bekerja sebagai tarik becak. Jadi dengan ini saya berharap ada yang bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu korban,” tandasnya. (nta)












