Kukar Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Belasan Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026

Kukar Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Belasan Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026
Kebakaran Hutan di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja. (Dok. Damkar)

KUTAI KARTANEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan. Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BPBD Kukar mencatat 12 kejadian karhutla di sejumlah wilayah.

Kasi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar Mohammad Farid mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau untuk menentukan langkah mitigasi.

BPBD mengacu pada informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kemudian meneruskannya kepada jajaran di wilayah yang dinilai memiliki potensi terdampak.

“Pertama kita mengantisipasi, kedua melaksanakan pelayanan kejadian. Terutama di daerah-daerah yang dilaporkan seperti Muara Badak dan Sangasanga, untuk kejadian yang bersifat kebakaran hutan dan lahan,” ujar Farid saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga  Shelter Dinsos Kukar Overkapasitas, Penghuni Terpaksa Tinggal Lebih Lama

Sejumlah wilayah seperti Marangkayu, Muara Badak, Sangasanga, dan Loa Kulu menjadi perhatian karena memiliki potensi menghadapi bencana yang berkaitan dengan kondisi cuaca, termasuk karhutla dan kekeringan.

Farid mengatakan BPBD juga menyiapkan langkah penanganan apabila kemarau berkepanjangan menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Penanganan akan dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

Selain penanganan ketika bencana terjadi, BPBD juga memperkuat upaya pencegahan dengan menyebarkan informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi. 

Informasi mengenai kondisi hidrometeorologi, termasuk potensi kemarau dan kekeringan, disampaikan melalui grup komunikasi kebencanaan serta materi infografis. 

Baca Juga  Teken Kredit Bankaltimtara, Pemkab Kukar Pastikan THR ASN dan Hak Pekerja Aman

Menurut Farid, penyebaran informasi menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui potensi risiko dan melakukan pencegahan sejak dini. Dia juga meminta media turut membantu menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi.

Di sisi lain, BPBD Kukar menilai aktivitas manusia masih menjadi faktor dominan dalam kejadian karhutla. Pembukaan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran meluas saat kondisi lahan kering.

“Kenapa perlu kami banyak melakukan imbauan? Karena 99 persen kejadian yang terjadi itu disebabkan campur tangan manusia,” katanya.

BPBD Kukar mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama kondisi kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Baca Juga  Rita Widyasari Pulang ke Tenggarong, Disambut Sejumlah Kelompok Masyarakat

Dengan 12 kejadian karhutla yang sudah tercatat hingga Juli, BPBD Kukar menilai kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menekan risiko kebakaran selama musim kemarau. (fjr)