Lapas Perempuan Tenggarong Overkapasitas, Ini Solusi dari Gubernur Kaltim

Lapas Perempuan Tenggarong Overkapasitas, Ini Solusi dari Gubernur Kaltim
Gubernur Kaltim Rudy Masud saat berkunjung ke Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyoroti kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong yang mengalami kelebihan kapasitas. Saat ini, lapas yang hanya dirancang untuk menampung 135 orang dihuni 357 warga binaan.

Rudy meninjau langsung kondisi lapas di Tenggarong, Jumat (3/7/2026). Untuk melihat situasi hunian, aktivitas pembinaan, sekaligus progres pembangunan gedung baru yang hingga kini belum rampung.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah menyangkut persoalan kemanusiaan karena ruang hunian menjadi sangat padat dan tidak lagi layak ditempati.

“Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek kemanusiaan. Kondisinya sangat padat dan pengap, sehingga perlu segera dibenahi agar para warga binaan mendapatkan tempat yang lebih layak,” ujarnya.

Rudy mengatakan penyelesaian pembangunan gedung baru menjadi prioritas agar kepadatan penghuni dapat diatasi. Lapas tersebut juga diproyeksikan mampu menampung seluruh warga binaan perempuan asal Kaltim yang selama ini masih ditempatkan di lapas laki-laki maupun lapas di daerah lain.

Baca Juga  Disdikbud Kukar Kebut Pemulihan Temuan SPPD Rp9,5 Miliar

Untuk menuntaskan pembangunan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp28 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mengalokasikan hampir Rp8 miliar, sehingga masih diperlukan tambahan sekitar Rp20 miliar.

“Kami akan menyusun formulanya agar bisa mendapatkan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan ini. Nilainya memang cukup besar, tapi persoalan kemanusiaan jauh lebih penting daripada itu,” katanya.

Rudy memastikan pemerintah akan mencari skema pendanaan agar pembangunan dapat segera diselesaikan. Jika belum memungkinkan melalui pergeseran anggaran, proyek tersebut akan diprioritaskan pada penganggaran tahun depan.

“Kalau memungkinkan melalui pergeseran anggaran tentu akan kami upayakan. Kalau belum memungkinkan, insya Allah menjadi prioritas tahun depan. Ini bukan soal efisiensi, tetapi soal kemanusiaan,” katanya.

Baca Juga  Gagal di 16 Besar Piala Asia, PSSI Optimistis Timnas Indonesia Bakal Lebih Berprestasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) KAltim terhadap penyelesaian pembangunan lapas tersebut. Menurutnya, bangunan itu tidak hanya melayani warga binaan asal Kukar, tetapi juga perempuan dari berbagai daerah di Kaltim.

“Lapas ini bukan hanya menampung warga binaan asal Kukar, tetapi juga dari seluruh Kalimantan Timur bahkan luar daerah. Mudah-mudahan komitmen beliau untuk membantu penyelesaiannya dapat segera terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti mengungkapkan, dampak nyata dari kondisi overkapasitas tersebut. Satu kamar yang semestinya dihuni jauh lebih sedikit kini harus ditempati sekitar 42 hingga 43 warga binaan.

“Kalau dilihat dari sisi kemanusiaan tentu sudah kurang layak. Karena itu Pak Gubernur kami ajak melihat langsung kondisi kamar hunian agar mengetahui situasi sebenarnya,” jelasnya.

Baca Juga  Mengejutkan! Madura United Bantai Borneo FC Empat Gol Tanpa Balas di Stadion Batakan

Riva juga menyebut masih ada sekitar 500 hingga 600 warga binaan perempuan asal Kaltim yang hingga kini dititipkan di berbagai lapas lain akibat keterbatasan kapasitas.

Apabila pembangunan gedung baru rampung, kapasitas Lapas Perempuan Tenggarong diperkirakan meningkat menjadi sekitar 700 orang sehingga seluruh warga binaan perempuan di Kaltim dapat ditempatkan dalam satu lokasi dengan fasilitas pembinaan yang lebih memadai. (fjr)