SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyelenggarakan Mahakam Job Fair 2026 bertema ‘Mengalir Menuju Samarinda Maju’ di Samarinda Square Mall, Kamis (23/7/2026) siang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 23–24 Juli 2026 itu secara resmi dibuka Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Yuyum Puspitaningrum menjelaskan Mahakam Job Fair merupakan wujud komitmen Pemkot Samarinda. Dalam menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang mudah diakses, cepat, transparan, dan mampu mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
“Tahun ini, sebanyak 36 perusahaan membuka 189 posisi jabatan dengan kebutuhan 764 tenaga kerja. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Bahkan sebelum pembukaan, sekitar 1.900 pencari kerja telah mendaftarkan diri secara daring melalui kanal resmi Disnaker,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Yuyum juga memperkenalkan platform digital TEPIAN (Temukan Pekerja Andal) yang dapat diakses melalui tepian.samarindakota.go.id. Platform tersebut memudahkan masyarakat mencari lowongan kerja, mengurus Kartu AK1, hingga mengikuti proses rekrutmen secara daring.
Salah satu keunggulan TEPIAN adalah fitur auto matching yang mampu mencocokkan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan secara otomatis. Inovasi ini diharapkan mempercepat proses rekrutmen sekaligus meningkatkan ketepatan penempatan tenaga kerja.
Dalam sambutannya, Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa Mahakam Job Fair bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus membuka kesempatan kerja yang adil, objektif, akuntabel, dan transparan.
Ia mengapresiasi inovasi Disnaker yang terus menghadirkan layanan digital untuk masyarakat, termasuk platform TEPIAN yang melengkapi inovasi sebelumnya, Si Jempol Naker.
Menurut Andi Harun, tata kelola pemerintahan yang baik, akan melahirkan kepercayaan publik. Karena itu, seluruh proses pelayanan harus bebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar, sehingga setiap warga memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kompetensi.
“Kesempatan kerja harus diberikan secara objektif. Bukan karena kedekatan, tetapi karena kompetensi. Ketika sistem dibangun secara transparan dan adil, masyarakat akan memiliki kepercayaan bahwa setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk berhasil,” tegasnya. (xl)












