Mahasiswa di Balikpapan Diduga Lecehkan Perempuan Lewat Grup Chat Mesum

Foto : Ilustrasi. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mencuat di lingkungan kampus. Kali ini, peristiwa tersebut diduga terjadi di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dan viral di media sosial.

Dugaan itu mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang memuat foto seorang perempuan disertai komentar bernada seksis hingga mengarah pada objektifikasi.

Dalam percakapan tersebut, korban diduga menjadi bahan pembicaraan tidak pantas oleh sejumlah mahasiswa. Mulai dari komentar fisik, hingga narasi yang mengarah pada “tawar-menawar harga” dan fantasi pribadi.

Konten tersebut memicu reaksi keras publik, terutama di media sosial, karena dinilai merendahkan martabat perempuan dan mengarah pada pelecehan seksual berbasis digital.

Baca Juga  Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Pelajar Kukar Kritis Masuk Rumah Sakit

Merespons hal itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekba menyatakan sikap tegas. Dalam pernyataan resminya, BEM mengecam segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus.

BEM menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Segala bentuk tindakan yang merusak rasa aman mahasiswa dinilai tidak dapat ditoleransi.

“Kami tidak berada di pihak siapa pun selain kebenaran dan keamanan mahasiswa,” demikian pernyataan BEM melalui akun instagram.

Baca Juga  Preview Liga Champions: Duel Para Raja Eropa, Real Madrid vs Bayern München

Terkait kasus yang tengah berkembang, BEM juga menyampaikan sejumlah sikap, di antaranya mendukung korban untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan, serta mendorong pihak kampus segera mengambil langkah konkret.

Selain itu, BEM menekankan pentingnya proses penanganan yang transparan, objektif, dan independen, serta menolak segala bentuk intimidasi atau upaya pembungkaman.

BEM juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses ini hingga tuntas, guna memastikan keadilan bagi korban dan terciptanya lingkungan kampus yang aman.

Di sisi lain, mereka menegaskan bahwa dugaan kasus ini merupakan tindakan individu dan tidak merepresentasikan institusi maupun organisasi tertentu. (zu)