Masuk 10 Besar Daerah Rawan, Pemprov Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla

Kukar Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Belasan Kebakaran Tercatat hingga Juli 2026
Kebakaran Hutan di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja. (Dok. Damkar)

BALIKPAPAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Mulawarman. Berdasarkan pemetaan nasional, Kaltim saat ini berada di posisi kesembilan nasional sebagai daerah paling rawan karhutla.

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan bahwa tiga provinsi di Pulau Kalimantan mendominasi kerawanan karhutla tertinggi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, and Kalimantan Selatan yang tingkat kerusakannya hampir setara dengan tiga provinsi besar di Sumatera (Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi).

“Tiga provinsi terbesar karhutla di wilayah Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang hampir setara dengan tiga provinsi di Sumatera… Sedangkan kita di posisi kesembilan nasional,” ujar Buyung.

Baca Juga  Dipuji Kepala Perpusnas RI, Perpustakaan Samarinda Jadi yang Terbaik

Menanggapi lonjakan titik panas (hotspot) yang terus meningkat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim langsung mengambil langkah taktis dengan menetapkan status Siaga Bencana.

Seluruh elemen bergerak secara sinergis, mulai dari BPBD tingkat provinsi, kabupaten/kota, unsur TNI-Polri, pihak swasta, hingga lapisan masyarakat. Mereka berjibaku di lapangan guna mengantisipasi dan memadamkan titik api sebelum meluas.

Gubernur Kaltim turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang bahu-membahu dalam misi kemanusiaan dan lingkungan ini. Peran aktif para relawan, tim gabungan, serta satgas swasta (perusahaan) dinilai sangat krusial dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Baca Juga  Harga Plastik Melonjak Akibat Konflik, Pedagang di Tenggarong Menjerit

Berdasarkan data terkini dari BPBD Kaltim, luasan lahan yang terdampak kebakaran tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Meliputi Berau dengan lebih dari 400 hektare (terluas), Kutai Kartanegara (Kukar) seluas 219 hektare, Kutai Barat (Kubar) seluas 147 hektare, Paser dan Kutai Timur (Kutim) masing-masing 89,3 hektare, Penajam Paser Utara (PPU) 48,1 hektare, Samarinda 40,5 hektare, Mahakam Ulu 7 hektare, Bontang 3 hektare, dan Balikpapan 0,5 hektare.

Sebagai langkah preventif lanjutan, Dinas Perkebunan Kaltim memperketat koordinasi di tingkat lapangan. Penguatan ini melibatkan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Dalkarlabun) serta memberdayakan 186 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim.

Baca Juga  Haaland Memukau, Bawa Norwegia Pulangkan Brasil dari Piala Dunia 2026

Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, Kaltim diharapkan mampu menekan angka karhutla secara signifikan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. (xl)