BALIKPAPAN – Malam Nisfu Sya’ban tahun 2026 diperkirakan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, hingga menjelang Subuh Selasa (3/2/2026). Penetapan tersebut mengacu pada perhitungan kalender Hijriah yang lazim digunakan di Indonesia.
Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Di dalamnya terdapat malam Nisfu Sya’ban, yakni malam pertengahan bulan Sya’ban atau bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban. Malam ini dikenal sebagai waktu penuh rahmat dan ampunan Allah SWT serta menjadi momentum persiapan menjelang bulan suci Ramadan.
Secara bahasa, nisfu berarti setengah. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah SWT melimpahkan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih terjerat dosa besar seperti syirik dan mereka yang menyimpan permusuhan serta kebencian.
Keutamaan malam Nisfu Sya’ban juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Al-Baihaqi. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT mengampuni seluruh makhluk-Nya pada malam tersebut, kecuali orang musyrik dan mereka yang saling bermusuhan.
Selain dikenal sebagai malam pengampunan, Nisfu Sya’ban juga diyakini sebagai waktu diangkatnya catatan amal tahunan manusia. Karena itu, Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Dalam riwayat Aisyah RA, Nabi SAW disebut lebih sering berpuasa di bulan Sya’ban dibandingkan bulan lainnya, kecuali Ramadan.
Umat Islam dianjurkan mengisi malam Nisfu Sya’ban dengan memperbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan beristighfar. Membersihkan hati dari iri, dengki, serta permusuhan juga menjadi bagian penting agar rahmat Allah SWT dapat diterima secara sempurna.
Momentum Nisfu Sya’ban sekaligus menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan semakin dekat. Dengan memanfaatkan malam dan hari-hari di bulan Sya’ban, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan diri secara rohani agar menyambut Ramadan dengan iman yang lebih kuat dan hati yang bersih. (Zu)












