JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo jadi bulan-bulanan netizen di media sosial (medsos). Gara-garanya mengurus secara langsung perizinan cuti pegawainya.
Dody mengaku untuk sementara seluruh izin cuti pegawai PU harus mendapat persetujuannya. Kebijakan yang sudah diterapkan selama sekitar tiga bulan terakhir itu dilakukan setelah ia menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen cuti bodong.
Menurut Dody, sebelumnya persetujuan cuti diserahkan kepada jajaran di bawahnya. Namun, ia merasa ada yang tidak beres sehingga memutuskan menarik sementara seluruh proses persetujuan cuti ke tingkat menteri agar dapat dilakukan pengecekan langsung.
“Cuti itu zaman dulu memang saya serahkan semua ke bawah. Terus saya kok merasa ada yang gak beres. Saya tarik rem, supaya semua lari ke saya. Kalau semua lari ke saya kan saya bisa ngecek. Ternyata izinnya banyak yang bodong,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi, Dody mengaku menemukan sejumlah izin cuti yang menggunakan dokumen pendukung palsu, seperti surat keterangan sakit. Ia pun meminta setiap dokumen yang mencurigakan untuk diverifikasi terlebih dahulu.
Dody mengatakan kebijakan ini hanya bersifat sementara. Sementara itu, temuan izin cuti bodong tersebut juga masih dipertimbangkan apakah akan dibawa ke ranah pidana.
“Saya masih berpikir apakah yang bodong-bodong ini akan saya bawa ke pidana. Tetapi saya masih kepikiran, belum saya realisasikan,” ungkapnya kepada wartawan.
Namun sikapnya itu menuai kontroversi dari masyarakat. Pasalnya pengurusan administrasi cuti sejatinya bukan merupakan pekerjaan menteri. Melainkan pejabat ASN yang membawahi para pegawai masing-masing.
Karenanya Dody disebut melakukan tindakan micro-management yang tidak perlu. Sementara masih banyak pekerjaan pembangunan infrastruktur yang mesti dikawal, salah satunya perbaikan pascabencana di Aceh dan Sumatra.
“Menteri ngurusin izin cuti 🤣,” tulis akun @mkmk2024mkmk diikuti emoji tertawa.
“Pemalsuan cuti bisa diberi hukuman disiplin padahal pak, gaperlu sampe micro-management,” tulis akun @sharing.asn.
“Ini leadership style nya sama sekali gak empowering team member. Kuno. Kebayang operasional didalam kalau sentralistik gini banyak sumbatan. Bottle neck nya dia sendiri. Pimpinan paling atas 🤮,” tulis akun sisifikatili.
Ada juga yang menyebut Dody melakukan balas dendam kepada para pegawainya. Imbas dari bocornya surat perjalanan Dody dan keluarganya untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026 di New York.
“Bapak yang terhormat, Bapak itu dapat jabatan maksimal juga 5 tahun, sudah gitu tidak melalui merit system, lihatlah para ASN Vertikal Bapak itu, mereka jadi ASN melalui ujian kompetensi dan banyak yang bertahun2 di PU, pemahaman mereka melebihi Bapak. masalah kemarin itu jadikan pelajaran Pak, bukan malah ajang balas dendam. Learn to be leader not boss, beri contoh dulu yang baik, atur sistem bukan penyalahgunaan kewenangan seperti ini,” tulis akun @ftrnanny.
“Kok jatuhin bawahannya terus dr kmren pak ? Pemimpin yg berhasil itu ketika bs membina dan memperbaiki bawahannya tanpa perlu koar². Dan masalah perijinan sama cuti kenapa sampe ke irjen pak, itu kan ranah nya kepegawaian untuk membina seumpama memang ada penyelewengan. Ada lagi narasi bapak yg menyebutkan “dokumen mencurigakan”, dokumen apa yg bapak maksud ? Kalau ijin dan cuti kan form nya sudah ada standar nya sendiri dari kantor pak gag bs asal asalan buat. Lampiran pun surat sakit gag perlu sampe irjen yg periksa, kepegawaian masing² pun bs ngecek seumpama itu diragukan. Gag perlu sampe ke bapak, urgensinya apa pak. Sebenernya bapak paham atau tidak mengenai teknis izin dan cuti ini. Cuti itu hak pegawai paling dasar lho pak. Astaghfirullah bener² menghindari untuk komen di sosmed tp kok greget banget rasanya 🥲” urai akun @sasadyah.
“Cuti itu HAK Pak. Bahkan Bapak ga berhak tau staf bapak cuti kemana. Kalo ga paham aturan mending mundur aja. Lebih terhormat cuti daripada liburan ke amrik berkedok dinas,” tulis akun @ivalmahardika.
Ada juga yang membandingkan kondisi infrastruktur yang belum belum baik pascabencana di Aceh dan Sumatra. “Pantes kondisi Aceh masih begitu aja, menterinya sibuk ngurusin cuti pegawai,” tulis akun @rima_chaeriyana. (xl)












