KUTAI KARTANEGARA — Seorang nelayan di Kelurahan Muara Kembang, dilaporkan hilang. Diduga tenggelam di perairan Sungai Tamapole, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak Ahad (1/3/2026).
Hingga Senin (2/3/2026), upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Peristiwa tersebut terjadi saat korban melakukan perjalanan seorang diri menggunakan perahu dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang. Cuaca yang buruk diduga menjadi penyebab perahu tenggelam.
“Korban melintas di perairan Sungai Tamapole dalam kondisi hujan deras disertai petir. Diduga kuat perahu korban karam akibat cuaca ekstrem,” jelas Kasatpolairud Polres Kukar AKP Benedict Jaya, dalam laporan resminya, Senin (2/3/2026).
Sebelumnya, istri korban, menyampaikan laporan setelah suaminya tak kunjung kembali sejak siang hari. Hilangnya sang suami membuat keluarga cemas karena korban tidak pernah menghilang selama melaut.
“Suami saya berangkat sendiri menggunakan perahu. Biasanya sore sudah pulang, tapi kemarin tidak kembali,” ujar istri korban dalam keterangan.
Pencarian sempat dilakukan pada Minggu malam hingga pukul 20.30 WITA, namun korban belum ditemukan. Senin siang, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran.
AKP Benedict Jaya menambahkan bahwa operasi SAR melibatkan sejumlah unsur dari berbagai instansi.
“Dirpolairud Polda Kaltim, Basarnas Balikpapan, TNI AL Patkamla Lamaru, Damkar Muara Jawa, relawan, dan masyarakat turut membantu pencarian. Kami akan terus menyisir area sungai hingga korban ditemukan,” tegasnya.
Dua personel Satpolairud Polres Kukar yang terlibat langsung di lapangan adalah Bripka Andri Wibowo dan Bripka Dwika Satryawan. Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan pencarian masih berlanjut. (fjr)












