JAKARTA — Kecelakaan maut terjadi di jalur kereta antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026) pagi. Seorang pemotor berinisial DK (18) tewas setelah tertemper KRL jurusan TANGERANG. Korban diketahui merupakan siswa SMA.
“(Korban) pelajar,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, DK melintas dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong, Kalideres, Jakarta Barat, korban tertemper rangkaian KRL jurusan Tangerang yang melaju dari sisi kirinya.
“Setibanya di dekat perlintasan kereta api Semanan Tembok Bolong wilayah Kalideres, Jakarta Barat, tertemper dengan kereta api atau KRL jurusan Tangerang, nomor lokomotif dan identitas masinis belum diketahui yang melaju dari samping kirinya,” ujar Joko.
Benturan keras membuat korban mengalami luka parah di bagian kepala. Nyawanya tak tertolong dan DK meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Korban mengalami luka pada bagian kepala, meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara),” katanya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang.
Insiden tersebut turut berdampak pada perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang. Rangkaian KRL No. 1914 yang melintas dari Duri menuju Tangerang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper.
KAI Commuter menyatakan proses penanganan rangkaian KRL tersebut telah selesai. Perjalanan Commuter Line kini kembali dapat dilakukan melalui dua jalur, meski masih dalam proses penguraian kepadatan.
Di sisi lain, perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota juga sempat terganggu akibat insiden berbeda. KRL KA 1183 tertemper orang di sekitar jalur rel Tebet.
“Proses evakuasi KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) dampak tertemper orang telah selesai, penanganan lebih lanjut dilakukan di Stasiun Manggarai,” tulis KAI Commuter melalui akun resmi Threads, Kamis (20/8).
KAI Commuter menyebut perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota pulang-pergi kini sudah dapat melintasi dua jalur. Namun, kepadatan penumpang dan perjalanan masih dalam proses penguraian. (zu)












