Pembangunan Gereja Toraja Ditolak Warga Sungai Keledang, Ada Apa?

Warga kecewa diduga ada pemalsuan dokumen hingga tolak pembangunan gereja. (Ist)

SAMARINDA – Wacana pembangunan rumah ibadah atau gereja Toraja menuai berbagai kontra dari sebagian besar warga Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.

Lantaran kecewa, warga menerbitkan spanduk sebagai bentuk aksi protes, dan pengumpulan tanda tangan sejumlah besar warga Sungai Keledang, yang tergabung dalam forum maupun setiap RT kelurahan Sungai Keledang.

Lurah Sungai Keledang Rahmadi menanggapi hal tersebut. Kata dia, persoalan ini bukan semata warga Sungai Keledang menolak adanya pembangunan gereja. Tetapi data yang dimiliki oleh jemaat Toraja tersebut diduga palsu.

Baca Juga  Langkah Strategis Desa Tanjung Batu Capai Status IDM Mandiri

“Berawal dari keinginan para saudara kita yang beragama Nasrani, hendak membangun rumah ibadah atau gereja di kawasan Kelurahan Sungai Keledang. Mereka meminta dukungan terhadap warga, namun beberapa warga menyatakan pada saat permintaan dukungan apa yang disampaikan itu berbeda,” ungkap Rahmadi, Senin (23/9/2024).

“Semula jemaat beralasan dukungan itu untuk keperluan yang lain. Ternyata, dukungan itu digunakan untuk pembangunan gereja,” sambungnya.

Diketahui, rencana pembangunan gereja Toraja tersebut terletak di kawasan Jalan Abdul Sani Gani, Samarinda Seberang. Adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh jemaat Toraja untuk pembangunan gereja, membuat warga kelurahan Sungai Keledang kecewa.

Baca Juga  Ria Handayani Dipilih sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kukar

Diketahui, selain memalsukan dokumen, jumlah jemaat Toraja tersebut juga tidak masuk dalam kategori yang hanya berjumlah 60 jemaat.

“Yang pada intinya warga Sungai Keledang, bukanlah warga yang intoleransi. Selama ini saudara-saudara kita yang beragama Nasrani, sudah lama melaksanakan ibadah di tempat tersebut dan tidak ada gangguan ataupun larangan. Untuk melaksanakan ibadah dan warga Sungai Keledang adalah warga yang mudah untuk berdialog,” tutupnya. (nta)