Pemkab Kukar Kebut Dua Target Besar, Selesaikan THR ASN dan Utang Daerah

Pemkab Kukar Kebut Dua Target Besar, Selesaikan THR ASN dan Utang Daerah
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat memastikan dua kewajiban besar jelang Idulfitri. Yakni pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelesaian utang daerah sebesar Rp820 miliar.

Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan, dua agenda tersebut menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keuangan dan perekonomian masyarakat.

“Pertemuan kami dengan TAPD fokus pada satu hal dulu: memastikan uang untuk membayar THR PNS dan PPPK itu sudah tersedia,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Baca Juga  Komisi I DPRD Samarinda Lakukan Peninjauan Lokasi Bisnis Akomodasi

Aulia memastikan ASN tidak perlu khawatir. Dana pembayaran THR sudah berada di kas daerah dan tinggal menunggu penetapan waktu pencairan.

“Uangnya sudah ready di kas daerah. Jadi tenang saja seluruh ASN, kami pastikan hak itu tersedia,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Kukar juga sedang berjibaku menyelesaikan kewajiban utang daerah yang mencapai Rp820 miliar. Proses ini dinilai penting agar para rekanan maupun pelaku usaha dapat menunaikan kewajiban mereka kepada karyawan menjelang lebaran.

Pembahasan percepatan pembayaran utang tersebut dilakukan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Bank Kaltimtara, bahkan dipimpin langsung Direktur Utama Bank Kaltimtara.

Baca Juga  Puluhan Ribu Pekerja Rentan di Kukar Didaftarkan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Saat ini, penyelesaian utang memasuki tahap pelengkapan administrasi. Pemerintah daerah berharap seluruh proses berjalan tanpa hambatan.

“Target kami ini bisa terbayarkan sebelum Hari Raya. Kami paham rekanan dan pelaku usaha juga harus memberikan THR kepada karyawan. Karena itu kami ingin pastikan semuanya bisa terbayarkan sebelum hari raya,” kata Aulia.

Langkah Pemkab Kukar ini disebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesejahteraan ASN, dan menjaga perputaran ekonomi daerah agar tetap stabil menjelang Lebaran. (fjr)